Gempa Vulkanik Gunung Awu Meningkat Tajam, Aktivitas Magma Kian Mengkhawatirkan

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, khususnya pada gempa vulkanik dangkal selama periode pengamatan 16 hingga 22 Mei 2026.

“Kondisi gempa vulkanik dangkal saat ini mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya dengan rata-rata kejadian meningkat dari 29 kejadian per hari menjadi 41 kejadian per hari,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan evaluasi aktivitas Gunung Awu yang diterima di Manado, Kamis.

Dalam periode tersebut, tercatat sebanyak 291 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 19 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa terasa dengan skala I MMI, serta 191 kali gempa tektonik jauh (TJ).

Berdasarkan hasil evaluasi Badan Geologi, kondisi visual kawah Gunung Awu masih relatif stabil dan belum menunjukkan perubahan signifikan sejak Juli 2024. Dari Pos PGA Awu, embusan asap kawah juga belum terpantau keluar, yang menandakan aktivitas gas masih berada di dalam kawah.

Meski demikian, peningkatan aktivitas kegempaan dinilai cukup signifikan. Pada 19 Mei 2026, rentetan gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam atau spasmodic burst kembali terekam.

Fenomena tersebut mengindikasikan adanya peningkatan tekanan magma di kedalaman dangkal yang berpotensi memicu pembongkaran kubah lava.

Selain itu, peningkatan gempa secara tiba-tiba atau swarm gempa vulkanik dan gempa low frequency masih perlu diwaspadai dalam beberapa hari mendatang, terlebih aktivitas tektonik regional di kawasan Sulawesi Utara dan Maluku masih cukup tinggi.

Badan Geologi menjelaskan, potensi bahaya yang dapat terjadi di Gunung Awu meliputi erupsi magmatik eksplosif yang dapat menghasilkan lontaran material pijar maupun aliran piroklastik.

Tak hanya itu, erupsi efusif berupa aliran lava hingga erupsi freatik yang didominasi uap gas dan material lama juga berpotensi terjadi apabila tekanan magma terus meningkat.

Potensi lain yang turut diwaspadai ialah hembusan gas vulkanik berbahaya yang dapat mengancam keselamatan warga apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi.

Hingga hasil evaluasi terakhir pada 22 Mei 2026, status aktivitas Gunung Awu masih berada pada Level III atau Siaga.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.

Selain itu, masyarakat diminta tetap mengikuti rekomendasi resmi dari Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Berita Lainnya

Suahasil Janji Perkuat Transparansi Pengelolaan APBN

Jakarta – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sehat serta kredibel menjadi salah satu fokus utama setelah...

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin, (14/9/2026). Suahasil dipercaya menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan...

Pengukuran Terjadwal Bikin Urus PBT Lebih Cepat

Jakarta – Layanan Pengukuran Terjadwal dinilai memberikan kepastian waktu bagi masyarakat dalam mengurus dokumen pertanahan, khususnya Peta Bidang Tanah (PBT). Proses yang sebelumnya dapat...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS