Jakarta – Rismon Hasiholan Sianipar yang sebelumnya dikenal vokal mengangkat isu dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kini mengambil langkah baru dengan mengajukan permohonan pertemuan langsung dengan Jokowi di Solo. Pertemuan tersebut disebut bertujuan membicarakan polemik yang selama ini menjadi perhatian publik sekaligus mencari klarifikasi langsung terkait tudingan tersebut.
Permintaan Pertemuan Lewat Surat Resmi
Permintaan untuk bertemu Jokowi diungkapkan oleh Mikhael Sinaga, seorang podcaster sekaligus pengelola kanal YouTube Sentana TV yang juga menjadi saksi dalam perkara tudingan ijazah palsu Jokowi.
Mikhael mengatakan, Rismon meminta bantuannya untuk menyiapkan surat resmi yang akan disampaikan kepada Jokowi.
“Kami selaku perwakilan tim manajemen buku Gibran End Game karya Rismon Hasiholan Sianipar dengan ini mengajukan pertemuan ke kediaman Bapak Joko Widodo,” kata Mikhael mengutip isi surat yang dibuat atas permintaan Rismon.
“Adapun silaturahmi ini bertujuan untuk mendiskusikan polemik yang berkepanjangan dan menyita perhatian publik sekian lama serta meluruskan hal-hal yang ada di buku ini langsung ke sumbernya, yaitu Bapak Joko Widodo,” jelasnya.
Disebut Sempat Merasa Khawatir
Mikhael juga mengungkapkan bahwa sebelum acara bedah buku Gibran End Game di Bandung, Rismon sempat menunjukkan kekhawatiran terkait kemungkinan dirinya ditangkap dalam kasus tersebut.
Menurut Mikhael, pada malam sebelum kegiatan tersebut, Rismon meminta agar surat permohonan pertemuan segera dicetak dan ditandatangani tanpa ada perubahan isi. Hal itu dilakukan karena Jokowi disebut tidak menyukai surat yang terlalu panjang atau bertele-tele.
“Beberapa minggu yang lalu memang sudah ada tanda-tanda saat bedah buku (Gibran End Game) bersama Pak Rizal (Fadillah, tersangka kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi) di Bandung,” ungkap Mikhael.
Polemik mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi sendiri hingga kini masih menjadi perbincangan di ruang publik dan media sosial, meskipun berbagai klarifikasi mengenai keaslian dokumen tersebut telah disampaikan sebelumnya oleh sejumlah pihak.
