Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Aset Negara serta Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membahas strategi pengelolaan aset negara dan pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru saat menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan tersebut berfokus pada langkah-langkah untuk memaksimalkan pemanfaatan aset negara agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” kata Teddy dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Menurut Teddy, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap transformasi pengelolaan kekayaan negara melalui percepatan konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) dan penguatan peran Danantara sebagai instrumen investasi strategis milik pemerintah.

Selain membahas pengelolaan aset, keduanya juga mendiskusikan peluang munculnya mesin pertumbuhan ekonomi baru yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan aset negara secara produktif. Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek besar adalah pariwisata yang dipadukan dengan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Pemerintah memandang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki potensi untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru sekaligus memperluas peluang investasi di berbagai daerah.

“Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” kata Teddy.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan program konsolidasi BUMN yang saat ini tengah berjalan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya reformasi perusahaan negara untuk membentuk struktur usaha yang lebih efisien dan memiliki daya saing lebih kuat.

Teddy mengungkapkan, dari total sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Pemerintah pun menargetkan sekitar 300 entitas lainnya dapat segera disatukan dalam waktu dekat.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” katanya.

Pemerintah menilai optimalisasi aset negara dan konsolidasi BUMN merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkokoh fondasi perekonomian nasional. Dengan pengelolaan yang lebih efektif, aset negara tidak hanya dipertahankan nilainya, tetapi juga diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Transformasi yang tengah dilakukan pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Selain itu, langkah tersebut ditujukan untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara produktif guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Berita Lainnya

Temui Prabowo, AS Optimistis Perkuat Hubungan Strategis dengan Indonesia

Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan optimismenya untuk semakin memperkuat hubungan strategis dengan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perang AS untuk Urusan...

Warga Binaan Dibina Jadi Pribadi Tangguh dan Siap Berwirausaha

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus mendorong perubahan pendekatan dalam sistem pemasyarakatan. Lembaga pemasyarakatan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menjalani hukuman,...

Persiapan Sidang Tahunan MPR Capai 90 Persen, Prabowo Siap Sampaikan RAPBN 2027

Jakarta - Persiapan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/8/2026) kini telah...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS