MPR RI Gandeng Himpaudi Babel Tanamkan 4 Pilar Kebangsaan untuk Generasi Emas

Jakarta – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bersama Pengurus Wilayah Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Bangka Belitung menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi para pendidik PAUD di Pangkalpinang, Minggu (24/5/2026).

Anggota MPR RI, Zuhri M Syazali mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin MPR RI dalam memberikan pemahaman kebangsaan kepada masyarakat, khususnya tenaga pendidik yang berperan membentuk karakter anak sejak usia dini.

“Sosialisasi ini salah satu program rutin MPR RI kepada anak-anak bangsa, khususnya tenaga pendidik kali ini karena mereka mendidik generasi emas bangsa sejak usia nol bulan hingga enam tahun,” kata Zuhri.

Ia menjelaskan, pendidik PAUD memegang peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika kepada anak-anak.

Menurutnya, pemahaman terhadap empat pilar tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mereka harus memahami bahwa nilai-nilai itu merupakan pemersatu bangsa yang harus terus disosialisasikan,” ujar Zuhri yang juga anggota DPD RI dari daerah pemilihan Bangka Belitung.

Zuhri menilai para guru PAUD selama ini telah mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari. Karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi antara MPR RI dan Himpaudi Bangka Belitung dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Kegiatan sosialisasi diikuti sekitar 200 pendidik PAUD dari berbagai wilayah di Pulau Bangka.

“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut untuk menanamkan nilai nasionalisme dalam membentuk karakter anak menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Himpaudi Bangka Belitung, Djuariningsih menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat kapasitas pendidik PAUD dalam membentuk karakter dan akhlak anak sejak dini.

Menurut dia, guru PAUD tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga menanamkan adab, perilaku positif, dan semangat nasionalisme kepada peserta didik.

“Nilai empat pilar sebenarnya sudah diterapkan dalam keseharian pembelajaran, namun tetap perlu diperkuat agar jiwa nasionalisme anak terus tumbuh,” katanya.

Ia berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dapat digelar secara berkelanjutan mengingat jumlah pendidik PAUD di Bangka Belitung mencapai ribuan orang, baik di lembaga formal maupun nonformal.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar dapat menjangkau pendidik PAUD di Pulau Bangka maupun Belitung,” ujar Djuariningsih.

Berita Lainnya

MK Tolak Gugatan Warga Palangkaraya soal Anggaran Penanggulangan Bencana Karhutla

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang diajukan empat warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah,...

Wamentan Alim Dorong Ekspor Pangan Diperkuat, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet mendorong peningkatan ekspor pangan nasional yang dibarengi perbaikan kualitas produksi, pengembangan hilirisasi, serta pembenahan tata...

Rahayu Saraswati Ingatkan Pengusaha, Teknologi Baru Jangan Sampai Pangkas Lapangan Kerja

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati S. Djojohadikusumo meminta para pelaku usaha mempertimbangkan dampak penerapan teknologi baru terhadap ketersediaan lapangan kerja....

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS