Swasembada Pangan Naik Kelas, 2.280 Ton Beras RI Mulai Dikirim ke Tanah Suci

Jakarta – Pemerintah melalui Perum BULOG mulai memproses pengiriman 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi.

Langkah awal ditandai dengan pelepasan kontainer ekspor dari Gudang Bulog di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pengiriman ini menjadi tonggak penting, karena untuk pertama kalinya beras produksi petani Indonesia dikirim secara khusus untuk dikonsumsi oleh jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Pelepasan ekspor ini juga bukan sekadar pengiriman komoditas pangan. Lebih dari itu, langkah ini menandai babak baru swasembada pangan Indonesia yang kini naik kelas.

Jika sebelumnya fokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri, kini Indonesia mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai eksportir beras premium dengan kualitas yang diakui secara internasional.

“Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan. Khusus untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di Saudi Arabia saja diperkirakan antara 20 hingga 50 ribu ton,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Beras yang diberangkatkan merupakan produk premium merek Befood Nusantara yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan musim haji tahun 2026.

Sebanyak 2.280 ton beras akan dikirim secara bertahap. Seluruhnya berasal dari gabah segar hasil serapan petani dalam negeri yang kemudian diproses di Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi.

Proses pengolahan dilakukan dengan pengawasan ketat, mulai dari menjaga kadar air, memastikan tingkat pecahan maksimal 5 persen, hingga melalui uji laboratorium. Produk ini juga telah memenuhi standar ekspor internasional dan mengantongi sertifikasi halal.

Ekspor ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Otoritas tersebut mewajibkan seluruh dapur penyedia konsumsi Jemaah Haji Indonesia di Mekkah dan Madinah menggunakan beras BULOG Befood Nusantara pada musim haji 2026.

“Negara tidak hanya berhasil mencapai swasembada beras, tetapi hari ini kita membuktikan mampu melakukan ekspor beras untuk memasok kebutuhan jemaah haji dengan produk terbaik hasil panen petani Indonesia. Ini adalah simbol harga diri dan kebanggaan nasional,” tambah Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani.

Momentum ini sekaligus memperkuat diplomasi pangan Indonesia di tingkat global. Pemerintah ingin menegaskan bahwa produk pangan nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan rakyat sendiri, tetapi juga memiliki daya saing dan kepercayaan di pasar dunia.

Berita Lainnya

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin, (14/9/2026). Suahasil dipercaya menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan...

Pengukuran Terjadwal Bikin Urus PBT Lebih Cepat

Jakarta – Layanan Pengukuran Terjadwal dinilai memberikan kepastian waktu bagi masyarakat dalam mengurus dokumen pertanahan, khususnya Peta Bidang Tanah (PBT). Proses yang sebelumnya dapat...

Komisi II DPR Kaji Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Kades

Jakarta – Komisi II DPR RI membuka peluang untuk mengkaji usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa (kades) yang sebelumnya disampaikan kepada pimpinan DPR. Pembahasan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS