Pajak Rokok DKI Anjlok, Rokok Ilegal Disorot

Jakarta – Penerimaan pajak rokok di DKI Jakarta mengalami penurunan cukup tajam hingga akhir Agustus 2026. Kondisi tersebut diduga tidak lepas dari maraknya peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat.

Wakil Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Elvarinsa, mengatakan pajak rokok menjadi salah satu sumber yang turut menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sesuai ketentuan, penerimaan pajak tersebut berasal dari pungutan sebesar 10 persen atas nilai cukai rokok.

Namun, realisasi penerimaan hingga Agustus 2026 justru lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Untuk di periode 2026 per Agustus ini, kami mengalami penurunan penerimaan dari pajak rokok, yaitu dari tahun lalu Rp541 miliar per Agustus 2025, di Agustus 2026 itu di Rp484 miliar, artinya ada penurunan,” kata Elvarinsa dikutipdari keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan catatan Bapenda DKI Jakarta per 31 Agustus 2026, penerimaan pajak rokok baru mencapai Rp484.455.342.051.

Sementara itu, pada periode yang sama 2025, penerimaan tercatat sebesar Rp541.785.361.006.

Artinya, terjadi penurunan sekitar Rp57,3 miliar hanya dalam kurun waktu satu tahun. Angka tersebut menjadi perhatian karena target penerimaan pajak rokok yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta untuk 2026 mencapai Rp1,1 triliun.

“Tahun 2026 ini kami punya target Rp1,1 triliun,” tambah Elvarinsa.

Untuk mengejar target tersebut sekaligus menekan potensi kebocoran penerimaan, Pemprov DKI Jakarta bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal.

Produk rokok yang tidak dilengkapi pita cukai resmi dinilai berpotensi menggerus penerimaan negara sekaligus berdampak pada penerimaan daerah melalui pajak rokok.

Elvarinsa berharap langkah penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal dapat berdampak terhadap peningkatan penerimaan PAD, khususnya dari sektor pajak rokok.

“Mudah-mudahan dengan adanya penindakan ini juga dapat meningkatkan penerimaan kita, terutama PAD, Pendapatan Asli Daerah, khususnya di pajak rokok,” ucap Elvarinsa.

Berita Lainnya

Menkes Budi Gunadi Sadikin Sebut Kasus ISPA Turun Jadi 1.500 per Hari...

Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan jumlah kasus harian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan...

Politikus Gerindra Dukung Mekanisme In Rem dalam RUU Perampasan Aset

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Gerindra, Muhammad Rahul, mendukung penguatan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset agar...

3 Gunung Api Masih Siaga, BNPB Ingatkan Ancaman Erupsi hingga Lahar Hujan

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas tiga gunung api di Indonesia yang masih berstatus Level III...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS