Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap besaran anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dialokasikan sebesar Rp15 ribu per penerima sebelum mengambil keputusan mengenai kebijakan berikutnya.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan Presiden menginstruksikan agar seluruh skema pendanaan dihitung dan dianalisis secara komprehensif sehingga keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kebutuhan di lapangan.
“Beliau mengatakan apakah anggaran Rp15 ribu itu sudah cukup? Silakan kaji. Jika memang tidak cukup, berapa angkanya,” kata Agustina usai menemui Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Menurut Agustina, arahan tersebut menjadi dasar bagi BGN untuk terus melakukan penyempurnaan dalam pelaksanaan program MBG agar berjalan lebih optimal.
“Tapi poinnya menurut saya itu hal yang sangat baik, arahan yang sangat jelas untuk kami kemudian nanti bekerja melakukan perbaikan,” kata Agustina.
Menanggapi isu adanya pengurangan anggaran program MBG, Agustina menegaskan hingga saat ini perhitungannya masih berlangsung sehingga belum ada keputusan final.
“Itu kan nanti dulu, kan masih dihitung dulu berarti,” katanya.
Ia juga enggan mengomentari kabar yang menyebut anggaran MBG akan dipangkas setelah dilakukan evaluasi selama masa libur sekolah.
“Yang bilang siapa, tanya sama yang bikin berita,” katanya.
Sebelumnya, alokasi biaya bahan baku untuk program MBG ditetapkan sebesar Rp8.000 per porsi bagi peserta didik PAUD hingga siswa kelas 3 SD. Sementara untuk siswa kelas 4 SD hingga jenjang SLTA dialokasikan Rp10.000 per porsi. Nominal tersebut belum termasuk biaya operasional sebesar Rp3.000 dan anggaran fasilitas Rp2.000 yang juga diperhitungkan dalam setiap paket MBG.
