Jakarta – Memilih program studi (prodi) untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sering menjadi tantangan bagi banyak siswa. Tidak sedikit calon mahasiswa yang masih ragu menentukan jurusan karena belum menemukan bidang yang sesuai dengan minat maupun gambaran karier setelah lulus.
Bagi yang tertarik pada bidang pertanahan, agraria, dan tata ruang, Politeknik Agraria STPN dapat menjadi salah satu alternatif. Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian ATR/BPN ini memiliki empat program studi yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di bidang pertanahan, pemetaan, tata ruang, hingga administrasi pertanahan.
Menteri Nusron Serahkan 243 Sertipikat Tanah Wakaf di Jawa Tengah, Targetkan Capaian 95 Persen
Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP)
Program studi SPIP cocok bagi calon mahasiswa yang menyukai pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, serta memiliki kemampuan analisis yang baik. Materi perkuliahan banyak berkaitan dengan matematika, fisika, pengolahan data, gambar teknik, dan teknologi pemetaan modern.
Menteri Nusron Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Perbaikan Diri dan Kehidupan Sosial
Lulusan SMA jurusan IPA maupun SMK yang memiliki latar belakang Geomatika, Geologi, Komputer, dan bidang sejenis dinilai memiliki bekal yang baik untuk mengikuti perkuliahan. Mahasiswa akan mempelajari teknik pengukuran tanah, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, pemetaan digital, hingga pengolahan data spasial berbasis teknologi.
Salah satu taruna, Dandi Resando, mengaku tertarik memilih SPIP karena kombinasi antara praktik lapangan dan pemanfaatan teknologi terkini.
“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” katanya.
Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP)
Bagi siswa yang tertarik pada perencanaan wilayah, tata ruang, pelayanan pertanahan, serta kebijakan publik, MPRP menjadi pilihan yang tepat. Program ini terbuka bagi lulusan SMA berbagai jurusan, termasuk IPS, serta lulusan SMK yang memiliki latar belakang administrasi perkantoran dan manajemen bisnis.
Mahasiswa akan mempelajari perencanaan tata ruang, pengelolaan pertanahan, pelayanan pertanahan elektronik, pengelolaan data, hingga analisis kebijakan agraria dan tata ruang.
Taruni Ayu Hanan Mutia mengaku memilih jurusan ini karena ketertarikannya pada proses pembangunan wilayah dan tata ruang yang berkelanjutan.
“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itulah saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih baik,” ungkap Ayu Hanan Mutia saat ditemui di Politeknik Agraria STPN, Sleman, DI Yogyakarta.
Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT)
Program studi KMPT diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki minat pada pelayanan publik, administrasi pertanahan, pengelolaan data, serta pemanfaatan teknologi dalam layanan pemerintahan.
Berbeda dengan program yang berfokus pada aspek teknis pemetaan, KMPT lebih menitikberatkan pada sistem pendaftaran tanah, tata kelola administrasi pertanahan, manajemen data, kebijakan pertanahan, serta layanan publik berbasis elektronik.
Rizaldi Secondia Putra memilih program studi ini karena ketertarikannya pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan.
“Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah, dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak bagi masyarakat,” ucap Rizaldi Secondia Putra.
Sarjana Terapan Pertanahan
Program studi Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas terkait hukum agraria, sengketa pertanahan, pengadaan tanah untuk pembangunan, pengendalian pemanfaatan ruang, hingga kebijakan pertanahan.
Jurusan ini cocok bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan analitis, tertarik pada regulasi dan hukum, serta ingin memahami hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan pengelolaan sumber daya tanah.
Ni Putu Arista Pradnyaswari, taruni asal Kabupaten Karangasem, Bali, mengaku tertarik memilih jurusan ini karena banyaknya aktivitas lapangan yang ditawarkan.
“Saya suka mencoba hal baru dan senang kegiatan di alam. Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Kuota Penerimaan 350 Taruna Baru
Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan total 350 kursi yang dibagi ke dalam tiga jalur seleksi. Jalur umum mendapat alokasi 260 peserta, jalur tugas belajar atau PNS sebanyak 60 peserta, dan jalur kerja sama pemerintah daerah sebanyak 30 peserta.
Dengan pilihan program studi yang semakin spesifik, calon taruna memiliki kesempatan lebih besar untuk memilih bidang yang sesuai dengan minat, bakat, serta rencana karier di masa depan.
Pendaftaran calon taruna Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi lengkap mengenai syarat, tahapan seleksi, dan ketentuan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi kampus.
