Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dua prajurit TNI Angkatan Darat dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kemenko Polkam, serta selaku Ketua Pengarah Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla, saya menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya dua putra terbaik bangsa, Letkol Cpn (Anm.) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anm.) Nurhafiz Akbar, dalam menjalankan tugas penanggulangan Karhutla di Kalimantan Tengah,” kata Dudung dikutip dalam keterangan persnya, Kamis (5/11/2026).
Dudung menilai kedua prajurit tersebut telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian besar kepada negara. Keduanya gugur saat menjalankan misi kemanusiaan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.
LPI Gelar Aksi Seribu Lilin di Mabes Polri, Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas
Selain menyampaikan belasungkawa, Dudung juga menginformasikan bahwa seorang personel TNI AD lainnya, yakni Serda Heri Prasetyo, masih belum ditemukan dan sedang dalam proses pencarian.
Ia mengajak masyarakat untuk turut memanjatkan doa agar personel tersebut dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Satu personel lainnya, Serda Heri Prasetyo, hingga saat ini masih dalam pencarian. Kita semua berdoa semoga yang bersangkutan segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkapnya dikutip dari Antara.
Kronologi Kecelakaan Helikopter
Sebelumnya, helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).
Peristiwa tersebut bermula saat helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB. Armada udara itu membawa sejumlah prajurit yang tengah menjalankan misi penanggulangan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Kecelakaan terjadi ketika helikopter sedang mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk mendukung operasi pemadaman melalui metode water bombing. Dalam proses tersebut, helikopter mengalami gangguan saat terbang hingga akhirnya terjatuh ke perairan.
Setelah menerima laporan kejadian, TNI AD segera mengerahkan personel untuk melakukan upaya evakuasi terhadap kru helikopter melalui jalur udara.
“Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya,” demikian siaran pers TNI AD tersebut.
