Razia Rutan Pondok Bambu, Sendok Besi hingga Obat Disita Petugas

Jakarta – Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, mengamankan sejumlah barang milik warga binaan dalam razia gabungan. Barang yang disita antara lain obat-obatan dan peralatan makan berbahan logam.

Kepala Bidang Perawatan, Keamanan, dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) DKI Jakarta Edi Sigit Budiman mengatakan, penyitaan dilakukan terhadap barang yang penggunaannya dibatasi demi menjaga keamanan di dalam rutan.

“Kalau yang kami sita ini saat razia bukan tidak boleh digunakan, hanya dibatasi. Contoh seperti sendok yang terbuat dari besi tidak bisa digunakan di dalam, lalu obat-obatan dari apotek,” kata Edi Sigit Budiman di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menurut Sigit, barang-barang yang telah diamankan tersebut akan dimusnahkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ia menegaskan, tidak semua barang yang disita tergolong benda terlarang, tetapi ada sejumlah barang yang penggunaannya perlu dibatasi di lingkungan rutan.

“Tapi kalau barang-barang yang sifatnya seperti cermin yang kecil ini masih bisa ditoleransi,” ucap Sigit.

Selain peralatan yang mengandung unsur logam, petugas juga menemukan obat-obatan yang sebelumnya diperoleh warga binaan melalui klinik Rutan Pondok Bambu.

Sigit menjelaskan, obat tersebut merupakan obat resmi yang diberikan berdasarkan kebutuhan warga binaan melalui layanan kesehatan rutan. Namun, obat yang sudah tidak dikonsumsi tetap diamankan petugas untuk mencegah penyalahgunaan.

“Kita khawatirkan obat-obatan ini disalahgunakan oleh warga binaan. Jadi mungkin karena obat itu resepnya harus tiga hari, tapi warga binaan tersebut satu hari sudah sembuh, maka yang bersangkutan sudah tidak menggunakan obat itu. Oleh sebab itu kita sita untuk kita musnahkan,” jelas Sigit.

Dalam razia tersebut, petugas memastikan tidak menemukan narkoba ataupun perangkat komunikasi yang dilarang berada di dalam rutan.

Penggeledahan merupakan bagian dari kegiatan rutin yang dilakukan pada unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan di wilayah Jakarta, termasuk lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Pelaksanaan razia juga mengacu pada perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai bagian dari program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan tersebut melibatkan petugas pemasyarakatan bersama unsur TNI dan Polri.

“Kegiatan ini rutin kita laksanakan baik rutin secara berkala maupun insidental. Jadi seperti malam hari ini adalah insidental,” kata Sigit.

Ia berharap keterlibatan personel TNI dan Polri dapat semakin memperkuat koordinasi dalam pengamanan, sehingga proses penggeledahan di lingkungan pemasyarakatan dapat berlangsung secara tertib dan aman.

Berita Lainnya

MK Tolak Gugatan Warga Palangkaraya soal Anggaran Penanggulangan Bencana Karhutla

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang diajukan empat warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah,...

Wamentan Alim Dorong Ekspor Pangan Diperkuat, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet mendorong peningkatan ekspor pangan nasional yang dibarengi perbaikan kualitas produksi, pengembangan hilirisasi, serta pembenahan tata...

Rahayu Saraswati Ingatkan Pengusaha, Teknologi Baru Jangan Sampai Pangkas Lapangan Kerja

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati S. Djojohadikusumo meminta para pelaku usaha mempertimbangkan dampak penerapan teknologi baru terhadap ketersediaan lapangan kerja....

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS