Jakarta – Aktivitas pariwisata di Jakarta menunjukkan perkembangan positif sepanjang semester pertama 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut jumlah kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara mengalami peningkatan.
Hingga semester I 2026, tercatat sebanyak 8,82 juta perjalanan wisatawan nusantara ke Jakarta. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,04 juta.
Data tersebut disampaikan Pramono dalam konferensi pers YE Live In Jakarta 2026 yang berlangsung di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/9/2026).
“Jakarta untuk semester pertama ini 8,82 juta wisatawan nusantara, artinya dari dalam negeri. 1,04 juta wisatawan mancanegara. Ada peningkatan yang luar biasa,” kata Pramono saat Konferensi Pers YE LIVE IN JAKARTA 2026 di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 15 September 2026.
Menurut Pramono, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikannya tercatat sebesar 8,17 persen.
Dua WNA China Dibawa ke Kualanamu, Ada Apa?
“Dibandingkan dengan tahun lalu itu meningkat 8,17 persen,” ujarnya.
Pramono menilai pertumbuhan sektor pariwisata turut menjadi salah satu indikator perkembangan aktivitas ekonomi di Ibu Kota. Ia kemudian menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta pada periode tersebut mencapai 5,52 persen dan berada di atas rata-rata nasional.
“Jakarta di triwulan ini tumbuh 5,52 persen. Tumbuh di atas rata-rata nasional,” ujarnya.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Pramono menyebut tingkat inflasi Jakarta berada pada angka 2,5 persen. Ia mengatakan angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi nasional.
Selain pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, Jakarta juga memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Pramono menyebut kontribusi ekonomi Ibu Kota terhadap Gross Domestic Product (GDP) nasional berada pada kisaran 16,15 hingga 16,5 persen.
“Dan kita memberikan kontribusi kepada GDP Indonesia itu kurang lebih 16,5-16,15 persen,” katanya.
Pramono juga menyampaikan bahwa Jakarta mencatat realisasi investasi yang tinggi pada triwulan berjalan. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya Pemprov DKI membangun ekosistem yang mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai kegiatan berskala besar.
“Semua ini bisa terjadi karena memang ekosistemnya yang kita buat,” kata Pramono.
Peningkatan kunjungan wisatawan tersebut juga beriringan dengan upaya Pemprov DKI memperkuat Jakarta sebagai destinasi kegiatan internasional. Salah satunya melalui dukungan terhadap penyelenggaraan berbagai acara yang dinilai dapat menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
