Pramono Siagakan Jakarta Hadapi Kemarau Panjang, APAR hingga Hujan Buatan Disiapkan

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026. Sejumlah upaya disiapkan untuk mengurangi risiko krisis air bersih, kebakaran, serta meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, langkah tersebut diambil berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu musim kering berkepanjangan.

Menurut Pramono, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah diminta meningkatkan kesiapsiagaan agar dampak kemarau dapat diminimalkan.

Salah satu fokus utama adalah pencegahan kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Untuk itu, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) diminta memastikan setiap rukun warga (RW) memiliki sedikitnya satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Saya minta untuk setiap RW untuk persiapan APAR, alat untuk pemadam kebakarannya dipersiapkan dari sekarang karena ini pasti cepat atau lambat karena suasananya kering,” kata Pramono dikutip, Kamis (6/8/2026).

Selain itu, kata dia, Pemprov DKI juga membuka peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengantisipasi potensi kekeringan dan menjaga ketersediaan air bersih.

Pramono menyatakan telah memberikan persetujuan agar hujan buatan dapat dilakukan secara berkala apabila kondisi memungkinkan. Pelaksanaannya akan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan BMKG.

“Saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca. Karena ini akan berlangsung lama,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga diminta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi gangguan kesehatan akibat musim kemarau, khususnya meningkatnya risiko ISPA.

“Kemungkinan untuk terjadi ISPA. Jadi itulah yang tadi dalam rapat kami putuskan,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Kemarau Meluas, Kementerian PU Tangani 3.288 Lokasi dan Salurkan 48,9 Juta Liter...

Jakarta - Pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Penanganan dilakukan dengan menyasar kebutuhan air untuk pertanian...

Sekolah Rakyat Ditegaskan Melengkapi Sekolah Negeri, Sasar Anak Keluarga Rentan

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan program Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi sistem pendidikan nasional, terutama dalam memperluas akses bagi anak-anak dari keluarga kurang...

Prabowo Apresiasi Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada kontingen Indonesia setelah tim bulu tangkis beregu putra mempersembahkan medali emas pertama bagi Merah Putih di...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS