Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan perkembangan pesat setelah 24 tahun berdiri sebagai provinsi hasil pemekaran. Kemajuan tersebut terlihat dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Dulu, Kepri ini bagian dari Provinsi Riau. Bahkan di Batam hanya ada satu kecamatan, tapi setelah pemekaran 24 tahun lalu, hari ini kita lihat Kepri makin maju,” kata Tito saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, dikutip, Jumat (25/9/2026).
Menurut Tito, Batam menjadi salah satu contoh daerah yang berkembang pesat. Kota tersebut kini memiliki berbagai fasilitas pendukung, seperti jalan yang luas, pusat perbelanjaan, hotel, serta lingkungan yang dinilai semakin nyaman. Kualitas pelayanan publik di Batam juga disebut telah mendapat pengakuan secara nasional.
Perkembangan serupa juga terlihat di Kabupaten Bintan yang terus bertumbuh dengan semakin banyaknya kawasan resor. Selain itu, Bintan memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang menjadi salah satu pendukung aktivitas ekonomi daerah.
“Tanjungpinang dan kabupaten/kota lainnya di Kepri terus menunjukkan tren positif, namun perlu didorong agar semakin maju ke depannya,” ucap Tito.
Mantan Kapolri ini menyebut Kepri memiliki posisi geografis yang strategis karena berada di sekitar Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran penting dunia.
Kepri juga berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal bagi daerah untuk menarik investasi asing sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
“Tinggal bagaimana meningkatkan sumber daya manusia (SDM) terdidik, sehat dan terlatih, sehingga mampu jadi pemain di kampung sendiri,” ucap Tito.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pemerintah provinsi terus memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus mendorong pemerataan pembangunan. Langkah tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Kepri.
Ansar menilai karakteristik Kepri sebagai provinsi kepulauan membuat konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan. Laut yang memisahkan pulau-pulau justru perlu dimanfaatkan sebagai jalur penghubung masyarakat sekaligus penggerak aktivitas ekonomi.
“Karena itu, konektivitas jadi kunci penting dalam membangun Kepri,” kata Ansar usai memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri.
Pemerataan pembangunan, lanjut Ansar, dilakukan melalui sejumlah program yang menyasar kebutuhan masyarakat secara langsung. Program tersebut antara lain perlindungan kecelakaan kerja bagi nelayan dan petani, penyambungan listrik gratis untuk lebih dari 15.200 rumah, layanan rumah singgah, fasilitasi pemulangan jenazah, serta bedah 200 rumah bagi masyarakat suku laut.
Pemprov Kepri juga menempatkan ustaz di sejumlah pulau dan meningkatkan pelatihan ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat.
“Kita berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat, baik di pusat-pusat pertumbuhan maupun di pulau-pulau, dapat terpenuhi dan aksesibilitasnya terus ditingkatkan,” ucap Ansar.
