Jakarta – Pemerintah terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Komitmen tersebut ditunjukkan lewat pelaksanaan akad massal KUR untuk 1.000 pelaku UMKM sektor ekonomi kreatif di Universitas Udayana, Bali.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kemudahan akses permodalan.
Dalam sambutannya, Cak Imin mengapresiasi tingginya minat para pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas KUR. Ia menilai, terbukanya akses pembiayaan dapat mempercepat pertumbuhan usaha sekaligus mendorong UMKM berkembang lebih besar.
“Akad massal ini menunjukkan semangat besar pelaku UMKM. Dengan dukungan KUR, saya yakin ekonomi Bali akan semakin kuat dan berkembang,” ujar Cak Imin dikutip, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menilai Bali berhasil membangun ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif yang tumbuh melalui kolaborasi berbagai pihak. Model tersebut dinilai layak diterapkan di daerah lain guna memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Menurutnya, pemerintah juga terus mendorong sinergi antara kementerian, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah agar dukungan terhadap UMKM semakin efektif dan tepat sasaran.
Akses pembiayaan, kata dia, menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kapasitas bisnis dan memperluas pasar.
Selain soal modal, Cak Imin mengingatkan para pelaku UMKM untuk terus menjaga kualitas produk dan layanan agar mampu bersaing serta mempertahankan kepercayaan konsumen.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah turut meluncurkan layanan terpadu bernama SAPA UMKM. Platform tersebut dirancang untuk memudahkan pelaku usaha mengakses pembiayaan, pemasaran, pelatihan, hingga layanan keuangan dalam satu sistem terintegrasi.
Cak Imin menegaskan penguatan sektor UMKM tidak hanya melalui dukungan modal, tetapi juga lewat pengembangan riset dan inovasi sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap UMKM semakin tangguh dan mampu menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah Perkuat Permodalan UMKM, 1.000 Pelaku Ekonomi Kreatif Dapat KUR di Bali
Jakarta – Pemerintah terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Komitmen tersebut ditunjukkan lewat pelaksanaan akad massal KUR untuk 1.000 pelaku UMKM sektor ekonomi kreatif di Universitas Udayana, Bali.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kemudahan akses permodalan.
Dalam sambutannya, Cak Imin mengapresiasi tingginya minat para pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas KUR. Ia menilai, terbukanya akses pembiayaan dapat mempercepat pertumbuhan usaha sekaligus mendorong UMKM berkembang lebih besar.
“Akad massal ini menunjukkan semangat besar pelaku UMKM. Dengan dukungan KUR, saya yakin ekonomi Bali akan semakin kuat dan berkembang,” ujar Cak Imin dikutip, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menilai Bali berhasil membangun ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif yang tumbuh melalui kolaborasi berbagai pihak. Model tersebut dinilai layak diterapkan di daerah lain guna memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Menurutnya, pemerintah juga terus mendorong sinergi antara kementerian, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah agar dukungan terhadap UMKM semakin efektif dan tepat sasaran.
Akses pembiayaan, kata dia, menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kapasitas bisnis dan memperluas pasar.
Selain soal modal, Cak Imin mengingatkan para pelaku UMKM untuk terus menjaga kualitas produk dan layanan agar mampu bersaing serta mempertahankan kepercayaan konsumen.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah turut meluncurkan layanan terpadu bernama SAPA UMKM. Platform tersebut dirancang untuk memudahkan pelaku usaha mengakses pembiayaan, pemasaran, pelatihan, hingga layanan keuangan dalam satu sistem terintegrasi.
Cak Imin menegaskan penguatan sektor UMKM tidak hanya melalui dukungan modal, tetapi juga lewat pengembangan riset dan inovasi sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap UMKM semakin tangguh dan mampu menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
