Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan optimismenya untuk semakin memperkuat hubungan strategis dengan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perang AS untuk Urusan Kebijakan Elbridge A. Colby setelah bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam agenda jamuan makan siang yang dihadiri Presiden Prabowo bersama jajaran utama pemerintah Indonesia.
Colby mengungkapkan rasa terhormat karena berkesempatan bertemu langsung dengan Prabowo dan sejumlah pejabat yang menjadi bagian dari tim utama Presiden.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menghadiri jamuan makan siang bersama Presiden Prabowo. Sungguh sebuah kehormatan yang luar biasa dapat bertemu dengan Presiden dan jajaran tim utamanya,” ujar Colby dalam keterangannya kepada wartawan.
Menurut Colby, Washington memiliki keyakinan kuat untuk melanjutkan peningkatan hubungan dengan Jakarta. Kerja sama kedua negara, kata dia, akan terus dikembangkan dengan mengedepankan prinsip saling menghormati, kemitraan, serta intensitas hubungan yang semakin erat.
Colby juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diterimanya selama berada di Indonesia. Ia berharap hubungan bilateral kedua negara dapat terus berkembang dan semakin kuat ke depannya.
“Jadi, kami merasa terhormat dapat berada di sini dan menantikan kelanjutan upaya untuk semakin memperkuat hubungan dengan Indonesia. Terima kasih banyak,” ujar Colby.
Pertemuan dengan Presiden Prabowo menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan Colby ke Indonesia. Sebelumnya, pada Selasa (11/8/2026), Colby telah bertemu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk membahas penguatan hubungan strategis di bidang pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan AS membahas sejumlah agenda kerja sama pertahanan. Pembahasannya mencakup peningkatan kapasitas pertahanan, pendidikan dan pelatihan personel, pelaksanaan latihan bersama, peningkatan interoperabilitas, hingga penguatan kolaborasi industri pertahanan.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara memperluas dan memperkuat kemitraan strategis, khususnya dalam bidang pertahanan dan keamanan.
