Arahan itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas mengenai penanganan karhutla di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/10/2026). Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menyampaikan kembali instruksi tersebut dalam konferensi pers seusai rapat.
“Bapak Presiden menyampaikan bahwa penanganan karhutla harus betul-betul masif,” ujar Dudung.
Bareskrim Polri dan BNN Kerahkan 462 Personel, Sembilan Pengunjung Kelab Malam Positif Narkoba
Dalam upaya memperkuat operasi udara, Prabowo meminta Panglima TNI memanfaatkan pesawat Hercules untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan es kering atau dry ice. Sebelumnya, menurut Dudung, operasi tersebut hanya memanfaatkan pesawat Casa.
Penggunaan dry ice dalam operasi modifikasi cuaca diharapkan membantu proses atmosfer yang dituju sehingga dapat mendukung pengurangan konsentrasi asap dan memperbaiki jarak pandang. Namun, efektivitasnya bergantung pada kondisi atmosfer dan pelaksanaan operasi di lapangan.
Selain penguatan operasi udara, Prabowo meminta penambahan personel untuk memperluas jangkauan penanganan karhutla. Unsur TNI, Polri, Dinas Kehutanan, dan masyarakat diharapkan bekerja secara terkoordinasi dalam upaya pemadaman dan penanganan dampak kebakaran.
“Kemudian, saya sampaikan juga bahwa perintah Presiden agar lebih masif kembali tentang pengerahan pasukan, petugas baik TNI, Polri, maupun Dinas Kehutanan, termasuk masyarakat yang dilibatkan,” tegasnya.
Dudung menekankan bahwa seluruh langkah tersebut harus segera dijalankan secara masif dan terukur. Ia menyebut Presiden meminta pemerintah tidak menunda tindakan sambil menunggu turunnya hujan.
“Jadi, Bapak Presiden juga menyampaikan jangan menunggu turun hujan, tapi segera berbuat. Beliau keras sekali tadi menyampaikan kepada kami untuk penanganan ini betul-betul dilaksanakan dengan kerja keras,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dudung mengakui penanganan karhutla, terutama di kawasan lahan gambut, menghadapi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut membutuhkan upaya berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak agar kebakaran dapat ditangani secara optimal.
Ia pun mengajak masyarakat mendukung langkah pemerintah dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyebut penanganan karhutla tidak dilakukan.
“Saya selaku Menko Polkam tentunya mengimbau kepada masyarakat. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Tidak mudah penanganan situasi, terutama masalah karhutla, karena terutama lahan gambut yang tidak bisa semudah itu dilakukan,” kata Dudung.
Dudung menambahkan, prajurit TNI, personel Polri, dan petugas terkait terus bekerja dalam upaya menangani kebakaran hutan dan lahan. Ia berharap rangkaian langkah yang dilakukan dapat segera membuahkan hasil.
“Kami sudah semaksimal mungkin. Prajurit-prajurit TNI, Polri, dan sebagainya yang terlibat ini secara masif dan mohon doanya semoga ini tuntas,” ujarnya.
