Jakarta – Polda Metro Jaya memanggil sejumlah petinggi media untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan terkait polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dua nama yang telah dipanggil sebagai saksi adalah Karni Ilyas dan Aiman Witjaksono. Keduanya dimintai keterangan guna mendalami informasi yang berkembang.
“Ada panggilan dari penyidik terkait saksi perkara ijazah. Kami masih mendalami,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, Karni Ilyas telah memenuhi panggilan penyidik. Namun, proses pemeriksaan belum sepenuhnya rampung dan akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya.
“Kemarin Pak Karni hadir sebagai saksi. Nanti akan diminta keterangan lanjutannya,” jelasnya.
Menurut Budi, penyidik masih membutuhkan data tambahan seiring berjalannya proses penyelidikan yang terus berkembang.
Selain itu, pihak kepolisian juga memanggil sejumlah pihak dari kalangan media lainnya. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan konten atau tayangan yang sebelumnya sempat disiarkan di televisi.
“Nah, ada beberapa dari pihak media, petinggi media, yang diminta hadir. Kami akan melihat cuplikan tayangan tersebut apakah benar ditayangkan di salah satu stasiun televisi. Ini masih kami dalami,” paparnya.
Sementara itu, terkait jadwal pemeriksaan Aiman Witjaksono, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya koordinasi dengan Dewan Pers.
“Nanti akan kami sampaikan kalau sudah ada update,” pungkasnya.
