Papan Tulis Interaktif Disorot Dunia: Indonesia Bertransformasi ke Pendidikan Digital Modern

Jakarta – Transformasi pendidikan digital di Indonesia mendapat sorotan dunia. Penggunaan papan tulis interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) secara masif di ruang kelas dinilai sebagai langkah nyata dalam mendorong sistem pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan inklusif.

Sorotan itu datang dari platform media, Global South World. Melalui akun Instagram resminya, platform ini mengunggah video yang memperlihatkan antusiasme siswa dalam menggunakan teknologi IFP di ruang kelas. Proses belajar mengajar terlihat lebih hidup dan interaktif, dengan siswa aktif terlibat dalam memahami materi pelajaran.

Sejumlah siswa mengaku lebih mudah mencerna pelajaran dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. “Lebih gampang dicerna aja di otak kita sih kak,” ujar seorang siswa. “Terus kita jadi bosen gitu ngeliat papan tulis yang putih doang,” tambah siswi lainnya.

Dalam unggahannya, Global South World mencatat bahwa sekitar 288.000 layar interaktif telah digunakan di seluruh Indonesia, menggantikan papan tulis konvensional. Teknologi ini memungkinkan guru menyampaikan materi dengan ragam visual yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan keterlibatan dan perhatian siswa dalam proses belajar.

Program ini juga disebut telah menjangkau sedikitnya 21 juta siswa hingga November 2025, dengan dukungan pelatihan kepada lebih dari 55.000 guru. Kehadiran teknologi ini tidak hanya memperkaya metode pengajaran, tetapi juga memperkuat peran guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan efektif.

Lebih jauh, penggunaan IFP juga mendorong siswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan pada mata pelajaran yang mereka sukai. Sejumlah siswa mengaku lebih menikmati pelajaran informatika, sementara yang lain merasakan pembelajaran matematika menjadi lebih menarik.

“Apalagi untuk pelajar matematika, yang biasanya murid lebih boring untuk menggunakan papan tulis, dengan ini lebih fun,” ujar seorang siswi.

Tak hanya itu, teknologi ini juga membuka akses pembelajaran yang lebih luas, termasuk bagi siswa dengan minat di bidang olahraga. “Aku mau jadi atlet tenis meja. Aku bisa menggunakan digitalnya buat nonton pertandingan atlet yang aku suka,” kata seorang siswa.

Selain itu, papan tulis interaktif ini dirancang agar dapat digunakan baik secara online maupun offline, serta dilengkapi opsi penggunaan tenaga surya bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik. Dengan pendekatan ini, transformasi digital pendidikan diharapkan dapat menjangkau seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.

Berita Lainnya

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin, (14/9/2026). Suahasil dipercaya menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan...

Pengukuran Terjadwal Bikin Urus PBT Lebih Cepat

Jakarta – Layanan Pengukuran Terjadwal dinilai memberikan kepastian waktu bagi masyarakat dalam mengurus dokumen pertanahan, khususnya Peta Bidang Tanah (PBT). Proses yang sebelumnya dapat...

Komisi II DPR Kaji Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Kades

Jakarta – Komisi II DPR RI membuka peluang untuk mengkaji usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa (kades) yang sebelumnya disampaikan kepada pimpinan DPR. Pembahasan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS