TPM dan MER-C Tegaskan Serangan ke Pasukan UNIFIL Termasuk Kejahatan Perang

Jakarta – Tim Pengacara Muslim (TPM) bersama MER-C Indonesia menyatakan sikap tegas terkait serangan terhadap personel penjaga perdamaian UNIFIL, termasuk gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon. Keduanya menilai tindakan tersebut masuk dalam kategori kejahatan perang.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, perwakilan TPM Achmad Michdan menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional.

“Secara tegas kami menyatakan bahwa serangan yang dilakukan terhadap personel penjaga perdamaian UNIFIL, termasuk tiga personel TNI yang gugur, merupakan kejahatan perang,” kata Achmad dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa ketentuan tersebut merujuk pada Pasal 8 ayat (2) huruf b angka (iii) Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Dalam aturan itu disebutkan bahwa serangan yang disengaja terhadap personel, fasilitas, maupun perlengkapan yang terlibat dalam misi perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Selain itu, perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian juga ditegaskan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006 serta Konvensi Jenewa IV.

“Dengan demikian, tindakan militer Israel yang secara berulang menyasar personel UNIFIL tidak hanya merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional, tetapi juga kejahatan yang dapat diadili di hadapan Mahkamah Pidana Internasional,” katanya.

TPM dan MER-C juga mengecam keras segala bentuk serangan terhadap personel misi internasional beserta fasilitasnya. Menurut Achmad, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip hak asasi manusia dan norma hukum internasional.

“Kami juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik, khususnya Israel sebagai pemicu eskalasi kekerasan di wilayah tersebut, untuk segera menghentikan serangan dan menghormati keberadaan serta netralitas tim internasional yang bertugas menjalankan misi kemanusiaan,” katanya menambahkan.

Berita Lainnya

HUT ke-18 PIRA, Novita Wijayanti Ajak Perempuan Tak Takut Deteksi Dini Kanker

Jakarta - Perempuan Indonesia Raya (PIRA) memperingati hari ulang tahun ke-18 dengan menggelar sosialisasi pencegahan kanker sekaligus pemeriksaan Pap Smear secara gratis bagi masyarakat. Kegiatan...

Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda Sehari Setelah Menjabat

Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan rotasi terhadap 19 kepala kepolisian daerah (kapolda) di sejumlah wilayah Indonesia. Pergantian tersebut dilakukan sehari...

ATR/BPN Percepat Layanan Pertanahan, Dorong Proses Transparan dan Bebas Pungli

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus melakukan pembenahan pelayanan publik di bidang pertanahan. Upaya tersebut diarahkan untuk memberikan layanan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS