Jakarta – Pengusaha Elektronik dan Furniture yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mengruduk kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kedatangan para pengusaha ini ingin mengadu terkait hambatan bisnis yang dialaminya.
Ketua umum KADIN, Anindya Bakrie mengatakan bahwa para pengusaha di sektor elektronik dan furniture mengalami penurunan omzet karena ada importir yang masuk ke domestik.
“Industri elektronik dan furniture tumbuh cukup sehat, akan tetapi surplus perdagangannya mengecil. Kenapa? Karena juga ada impor yang masuk ke dalam domestik. Nah jadi di sini kita tadi mendiskusikan kira-kira deregulasi atau insentif apa yang bisa dilakukan,” kata Anin pada Jumat (19/12/2025).
Selain itu, adanya tekanan tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) sebesar 32%. Sebagaimana diketahui, pasar AS menyerap sekitar 54% dari total ekspor mebel dan kerajinan Indonesia.
Untuk menghindari dampak tarif impor AS, pengusaha furniture secara aktif melakukan diversifikasi pasar ke wilayah lain seperti Uni Eropa dan Kanada.
Pada sektor elektronik, Beberapa pengusaha sudah masuk ke semikonduktor, namun kendala yang muncul adalah sumber daya manusia (SDM).
