Pemprov DKI Akui Parkir Liar Meningkat Saat Ramadan, 19 Titik Trotoar Jadi Target Penertiban

Parkir liar. Foto: Antara

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat peningkatan praktik parkir liar di sejumlah titik ekonomi selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, terutama di sekitar pasar tradisional dan pusat perdagangan.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan lonjakan parkir liar kerap terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Bacaan Lainnya

“Ya, terdapat peningkatan praktik parkir liar selama bulan Ramadan, terutama di sekitar pasar tradisional dan pusat perdagangan,” ujar Chico, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurutnya, pengelolaan parkir resmi di pasar rakyat dan pusat perdagangan saat ini ditangani oleh Perumda Pasar Jaya maupun UPT Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dengan prioritas pada zonasi parkir, tarif retribusi, dan sistem perizinan.

Untuk mencegah kebocoran pendapatan daerah, Pemprov DKI melakukan pengawasan melalui koordinasi multi-instansi yang melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Polri, dan TNI.

Personel gabungan rutin melakukan patroli, termasuk penderekan kendaraan yang melanggar serta pembinaan persuasif terhadap juru parkir liar, seperti pemberian surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Selain pengawasan langsung, Pemprov juga memanfaatkan teknologi seperti CCTV di lokasi strategis, sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), serta aplikasi pelaporan masyarakat seperti JAKI dan Qlue.

Chico menambahkan, kebijakan pengawasan dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur dan pedoman reformasi parkir Jakarta, termasuk peningkatan kapasitas petugas dan integrasi dengan transportasi publik guna menekan kemacetan.

19 Titik Trotoar Jadi Target Penertiban

Selama Ramadan, personel gabungan juga menargetkan penertiban di 19 titik trotoar di lima wilayah kota administrasi, termasuk penataan pedagang takjil yang mengganggu pejalan kaki.

Jakarta Pusat:

  • Jl. Kramat Raya
  • Jl. Cikini Raya–Jl. Pegangsaan Timur
  • Jl. Taman Jatibaru–Jl. Jatibaru Bengkel
  • Jl. Ir. H. Juanda–Jl. Pecenongan
  • Jl. Palmerah Timur–Jl. Tentara Pelajar
  • Jl. Bendungan Walahar

Jakarta Selatan:

  • Jl. Melawai Raya
  • Jl. Mahakam–Jl. Bulungan–Jl. Kyai Maja
  • Jl. Senopati
  • Jl. Cikajang
  • Jl. Prof. Dr. Satrio

Jakarta Barat:

  • Jl. Kyai Tapa
  • Jl. Raya Durikosambi
  • Jl. Dr. Susilo Raya
  • Jl. Prof. Dr. Latumenten

Jakarta Timur:

  • Jl. Jatinegara Timur–Jl. Matraman Raya–Stasiun Jatinegara
  • Jl. Otto Iskandardinata
  • Jl. Paus–Jl. Perserikatan–Jl. Pegambiran

Jakarta Utara:

  • Jl. Muara Karang

“Penertiban dilakukan secara harian, dengan rata-rata 100 titik per hari di seluruh wilayah Jakarta, dan akan terus ditingkatkan,” pungkas Chico.

Pos terkait