Pemanfaatan Layanan JKN di Blora Tembus 2,3 Juta Kasus, BPJS Kesehatan: Kesadaran Masyarakat Kian Meningkat

Jakarta – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sepanjang pelaksanaannya, tercatat sebanyak 2.365.843 kasus pelayanan kesehatan telah dimanfaatkan oleh 529.927 peserta melalui fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, mengatakan tingginya angka penggunaan layanan tersebut mencerminkan meningkatnya pemahaman masyarakat akan pentingnya perlindungan kesehatan melalui Program JKN.

“Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat Blora semakin memahami pentingnya perlindungan kesehatan melalui Program JKN. Ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, peserta dapat mengakses layanan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tanpa perlu khawatir terhadap biaya pelayanan yang dijamin sesuai ketentuan,” ujarnya saat dihubungi di Blora, Sabtu.

Ia menjelaskan, mayoritas layanan kesehatan dimanfaatkan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang menyediakan layanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif dasar.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1.965.370 kunjungan dilakukan oleh 416.277 peserta di berbagai FKTP. Menurut Nuzuludin, tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat telah memanfaatkan sistem pelayanan kesehatan berjenjang sesuai kebutuhan medis.

Menurut dia, keberadaan FKTP memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan peserta, termasuk dalam upaya deteksi dini serta pengendalian berbagai penyakit.

Di sisi lain, pelayanan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) juga terus memberikan perlindungan bagi peserta yang memerlukan penanganan spesialistik maupun subspesialistik.

“Selama 2025 tercatat 400.473 kasus pelayanan dengan 113.650 peserta memperoleh layanan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan rujukan lainnya,” kata dia.

Nuzuludin menilai tingginya pemanfaatan layanan tersebut menjadi bukti nyata peran Program JKN dalam memberikan perlindungan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat. Dengan sistem gotong royong yang menjadi landasan program ini, berbagai penyakit dengan biaya pengobatan tinggi dapat ditangani tanpa membebani peserta.

Ia mengungkapkan, hingga 30 April 2026, jumlah pemanfaatan layanan kesehatan di Kabupaten Blora telah mencapai 797.942 kasus dengan total 314.429 peserta yang mengakses layanan.

“Angka tersebut menunjukkan Program JKN terus menjadi andalan masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara,” ujarnya.

Ke depan, Nuzuludin berharap kolaborasi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat. Dengan demikian, kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Blora semakin meningkat dan manfaat Program JKN dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh peserta.

Berita Lainnya

Roy Suryo Dirawat Inap, Refly Harun Ungkap Ada Penyakit Bawaan

Jakarta - Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun mengungkapkan, kondisi terkini kliennya setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Polri...

Hadiri Gerakan Nasional “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy: Memuliakan Sungai Berarti Memuliakan...

Kabupaten Bogor - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menghadiri acara Gerakan Nasional "AYO Muliakan...

MPR Kaji Penguatan Kedaulatan Rakyat Lewat FGD di Bali, Libatkan Akademisi dan...

Jakarta - Badan Pengkajian (BP) MPR RI menggelar forum diskusi kelompok terarah (FGD) di Denpasar, Bali, guna mengkaji penguatan pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam sistem...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS