Jakarta – Muhammad Wahyudin (52), warga Cijayanti, Kabupaten Bogor, tak menyangka perjalanan hidupnya kini membawanya menjadi pekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Babakan Madang 02.
Sebelum bergabung dalam MBG, Wahyudin telah lama berkecimpung di dunia katering sejak 2011, mulai dari waiter di perusahaan farmasi hingga bekerja di beberapa pabrik. Namun sejak 2024, ketika Badan Gizi Nasional (BGN) melibatkan dirinya dalam program MBG, hidupnya terasa lebih berarti.
“Tahun 2024 ada BGN, kita dilibatkan sama pimpinan untuk terlibat di MBG ini. Kesan-kesannya happy aja sih,” ujarnya dikutip, Sabtu (27/9/2025).
Penghasilan Lebih Layak
Dibanding pekerjaan sebelumnya, Wahyudin kini memperoleh penghasilan yang lebih baik.
“Sebelumnya di catering cuma Rp50.000 per hari. Kalau dua shift baru Rp100.000. Di MBG, alhamdulillah untuk helper bisa Rp125.000 per hari. Jadi kalau dua minggu bisa Rp1,25 juta, per bulan sekitar Rp2,45 juta,” jelasnya.
Dengan status lajang, Wahyudin bisa membantu orang tuanya sekaligus tetap menabung. “Selain untuk orang tua, juga kebutuhan sehari-hari. Bahkan bisa buat jajan atau liburan sedikit. Masih bisa nyimpen juga,” katanya sambil tersenyum.
Menyerap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Bagi Wahyudin, manfaat MBG tidak hanya soal gaji, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
“Adanya MBG menyerap tenaga kerja juga. Bagi keluarga yang anaknya sekolah bisa makan sehat. Bagi pribadi saya positif banget,” tuturnya.
Ia menambahkan, program ini ikut menghidupkan petani dan UMKM lokal karena bahan baku banyak dipasok dari mereka. “Menu MBG kan banyak sayur, itu didapat dari petani UMKM,” paparnya.
Pesan untuk Presiden
Wahyudin berharap Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan program ini.
“Untuk tetap terus maju, Pak. Jangan dengar yang lain. Bagi kita, MBG positif banget. Banyak ibu-ibu rumah tangga sekarang punya penghasilan. Pokoknya bermanfaat,” ujarnya penuh harap.
Ia menutup dengan ucapan terima kasih. “Buat Bapak Presiden, terima kasih banyak atas adanya MBG ini. Karena satu, menyerap tenaga kerja. Dua, memberikan makanan sehat untuk generasi sehat generasi emas,” pungkasnya.
