Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Rapat Kerja Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LAK-PB MUI) pada Jumat (1/5/2026).
Dalam forum tersebut, Nusron menekankan pentingnya keseimbangan antara perencanaan, implementasi, dan dukungan anggaran dalam sistem penanggulangan bencana di Indonesia.
Kolaborasi Tiga Lembaga, Optimalkan Kerja Sama di Sembilan Program Prioritas Kementerian ATR/BPN
“Karena kalau kita perencanaannya kuat, implementasinya tidak kuat, dananya tidak kuat, nanti juga dampaknya tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik,” ujar Menteri Nusron di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Jawa Barat.
Menteri ATR/Kepala BPN Lantik 84 Pejabat Administrator, Bentuk Reformasi SDM dan Rotasi Jabatan
Mengacu pada tema Raker “Membangun Sistem Penanggulangan Bencana: Sinergi, Cepat, dan Tangguh”, ia juga menyoroti urgensi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama dalam menghadapi bencana.
“Dalam hal penanggulangan bencana adalah terlebih dahulu selain perencanaan ini adalah pertama saya minta pelatihan SDM,” ucap Menteri ATR/Kepala BPN.
Di hadapan jajaran pengurus MUI, Nusron yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana menjelaskan tahapan penanganan bencana secara umum, mulai dari evakuasi, tanggap darurat, hingga pemulihan dan rehabilitasi.
“Kalau kita lihat bencana itu kan ada tahap-tahapnya, pertama evakuasi, kedua tanggap darurat dan ketiga adalah recovery dan rehabilitasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menyoroti tingginya potensi bencana di Indonesia yang berada di kawasan cincin api Pasifik.
“Seperti kita ketahui bahwa Indonesia ini jalur cincin api pasifiknya begitu sangat kental sekali. Karena itu kenapa Indonesia bencana tinggi,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN, MUI berharap dapat berperan dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan kebencanaan, mulai dari banjir, longsor, cuaca ekstrem hingga bencana geologi seperti tsunami.
Di akhir kegiatan, Ketua LAK-PB MUI Hasan Basri Sagala menyerahkan atribut kepada Nusron Wahid. Acara tersebut juga dihadiri Bendahara Umum MUI Misbahul Ulum beserta jajaran pengurus lainnya.
