Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi sekaligus memperbaiki kualitas diri dan kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Nusron saat memberikan tausiyah dalam acara Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H yang dirangkaikan dengan penyerahan sertipikat tanah wakaf di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, dilansir dari laman Resmi Kementerian ATR/BPN, Selasa (16/06/2026).
Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Ini 4 Prodi Unggulan Politeknik Agraria STPN yang Bisa Jadi Pilihan
“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari-hari yang lalu maka termasuk orang yang beruntung. Kalau hari ini sama dengan hari-hari yang lalu termasuk orang yang rugi. Karena ini suasana Muharam, kita sama-sama berdoa semoga tahun 1448 Hijriah ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Menteri Nusron.
Menteri Nusron Serahkan 243 Sertipikat Tanah Wakaf di Jawa Tengah, Targetkan Capaian 95 Persen
Menurut Nusron, Islam mengajarkan umatnya untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas diri dari waktu ke waktu. Ia menilai semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan individu, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sosial, termasuk melalui upaya menjaga dan mengamankan aset-aset umat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat luas.
Melalui momentum pergantian tahun Hijriah, ia berharap nilai-nilai kemaslahatan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial semakin diperkuat demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
“Mudah-mudahan tahun ini lebih baik, Provinsi Jawa Tengah semakin makmur, dan suasana dunia saat ini bisa menjadi lebih baik, dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut menegaskan bahwa Tahun Baru Islam merupakan saat yang tepat untuk melakukan evaluasi diri sekaligus melakukan perubahan ke arah yang lebih positif.
Menurutnya, semangat hijrah perlu diwujudkan dalam bentuk penguatan persatuan, menjaga keharmonisan masyarakat, serta mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
“Kita melakukan refleksi, kita harus berhijrah, harus berubah. Hijrah yang kita lakukan adalah bagaimana menciptakan Jawa Tengah menjadi rukun, tidak terpecah belah dan mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini,” ujarnya.
Pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan 243 sertipikat tanah wakaf serta bantuan pendidikan kepada 100 anak yatim yang berasal dari sejumlah yayasan Islam di Jawa Tengah.
Penyerahan dilakukan oleh Menteri Nusron didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah Sri Pranoto. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN Achmad beserta sejumlah tamu undangan lainnya.
