Menkeu Purbaya Akui Masih Pelajari Data Usai Dikritik Bahlil soal Harga LPG 3 Kg

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Tangkapan Layar YouTube Kemenkeu

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya menanggapi kritik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait kesalahan penyebutan harga asli LPG 3 kilogram (kg).

Purbaya mengakui data yang ia sampaikan sebelumnya berasal dari stafnya, sehingga masih perlu dipelajari kembali.

Bacaan Lainnya

“Kita pelajari lagi. Mungkin Pak Bahlil benar, tapi nanti kita lihat seperti apa angkanya,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Perbedaan Hitungan

Menurut Purbaya, perbedaan terjadi pada metode penghitungan data antara dirinya dengan Menteri ESDM. Namun, ia meyakini hasil akhirnya tidak akan jauh berbeda.

“Mungkin Pak Bahlil benar uang-nya begitu-begitu saja, tapi harusnya sama (hasil akhirnya),” tuturnya.

Kritik Bahlil

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengoreksi pernyataan Menkeu yang menyebut harga asli LPG 3 Kg mencapai Rp12.700. Ia menilai ada kemungkinan Purbaya salah membaca data.

“Itu mungkin Pak Menkeu salah membaca data, mungkin butuh penyesuaian,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan, data penerima LPG 3 Kg saat ini masih dalam proses pematangan bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kan BPS bekerja sama dengan ESDM, mungkin Pak Menkeu belum membaca datanya,” pungkasnya.

Pos terkait