Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyatakan tengah melakukan penelusuran internal terkait isu yang menyeret nama Bima Dewanto dan ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sebelum menyampaikan sikap resmi kepada publik.
“Ditangani tim PR. tunggu statemen resminya. coba besok di hari kerja,” katanya, Minggu (5/7/2026).
Nama Bima Dewanto menjadi sorotan setelah muncul sejumlah unggahan di media sosial yang mengaitkannya dengan pernikahan sesama jenis di Belanda. Dalam unggahan tersebut, juga disebutkan bahwa Bima diduga tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan kontribusi kepada Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan melalui program beasiswa LPDP.
Isu itu pertama kali ramai diperbincangkan setelah akun Threads @randy_sudarminto mengunggah foto seorang pria yang disebut sebagai Bima Dewanto bersama seorang pria warga negara asing.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan bahwa Bima Dewanto menikah di Belanda dan tidak kembali berkontribusi di Indonesia setelah menerima pendanaan pendidikan dari LPDP.
LPDP merupakan program beasiswa yang dikelola pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan dengan memanfaatkan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola sebagai dana abadi pendidikan.
Program tersebut menyediakan pendanaan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan jenjang magister dan doktor, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Sebagai penerima beasiswa, peserta LPDP memiliki sejumlah kewajiban, termasuk komitmen untuk memberikan kontribusi kepada Indonesia sesuai dengan ketentuan dan perjanjian yang berlaku setelah menyelesaikan studi.
