KPK Bongkar Koleksi Rolex Bupati Pekalongan, 9 Boks Jam Mewah Disita

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sembilan boks jam tangan mewah saat menggeledah rumah Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Namun dari jumlah tersebut, hanya lima boks yang berisi jam tangan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan mayoritas jam tangan yang diamankan penyidik merupakan merek Rolex.

“Penyidik mengamankan sejumlah sembilan kotak jam mewah. Untuk jam ini ditemukan di kediaman Saudara FAR dalam peristiwa tangkap tangan, yang di Pekalongan. Sejauh ini ada lima unit jam ya yang diamankan,” jelas Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Selain jam tangan mewah, penyidik juga menemukan sejumlah invoice atau kwitansi yang diduga berkaitan dengan pembelian barang-barang tersebut.

“Dalam peristiwa tangkap tangan itu, penyidik juga menemukan invoice ya. Dari invoice itu maka kemudian kita konfirmasi kepada pihak penjualnya,” terang Budi.

KPK kini mendalami apakah jam tangan mewah tersebut merupakan hasil pembelian pribadi atau bentuk gratifikasi dari pihak lain.

“Ya ini yang menjadi materi yang akan ditelusuri oleh penyidik. Apakah perolehan dari jam-jam yang ditemukan oleh penyidik pada saat peristiwa tangkap tangan, apakah ini pemberian dari pihak lain atau ini pembelian yang dilakukan oleh Saudara FAR,” tutur Budi.

Dalam pengembangan kasus ini, KPK juga memeriksa manajer butik jam mewah INTime di Senayan City terkait dugaan pembelian Rolex oleh Fadia.

“Benar (butik jam mewah milik Irwan Mussry). Kebutuhan pemeriksaan ini untuk menelusuri dugaan pembelian jam tangan mewah oleh tersangka FAR. (Jenis jam) Rolex,” kata Budi.

KPK menduga Fadia memerintahkan sejumlah perangkat daerah memenangkan perusahaan keluarganya dalam proyek pengadaan jasa outsourcing. Dari dugaan praktik tersebut, perusahaan keluarga Fadia disebut menerima aliran dana sekitar Rp46 miliar sepanjang 2023 hingga 2026.

Dana itu diduga kemudian dibagi ke sejumlah pihak, termasuk Fadia, suaminya Ashraff, hingga anak-anaknya.

Saat ini Fadia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK atas dugaan tindak pidana korupsi dan gratifikasi. Selain jam mewah, penyidik juga menyita sejumlah kendaraan dari rumah dinas Fadia hingga kawasan Cibubur, di antaranya Wuling Air EV, Mitsubishi Xpander, Toyota Camry, Toyota Fortuner, dan Toyota Vellfire.

Berita Lainnya

Pos Polisi di Slipi dan Petamburan Dibakar Massa, Polisi Bubarkan Kerumunan

Jakarta — Situasi di sejumlah kawasan Jakarta memanas setelah beberapa pos polisi dilaporkan dibakar massa pada Kamis (27/8/2026) malam. Salah satu pos pantau lalu lintas...

Bima Arya Dorong Kota Lebih Adaptif Hadapi Tantangan Pembangunan

Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta pemerintah kota meningkatkan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi persoalan pembangunan yang semakin kompleks. Menurut Bima, sejumlah...

Heru Sutadi Dorong Mekanisme Rollover untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Jakarta - Heru Sutadi, yang baru saja terpilih sebagai Presiden Regional Asia Digital Connectivity and Society untuk masa bakti 2026–2031, membagikan pandangannya mengenai sejumlah...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS