Prabowo Minta Jajarannya Fokus Layani Rakyat di NTT, Bukan Agenda Pejabat

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah yang terlibat dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutamakan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, seluruh sumber daya pemerintah harus diarahkan untuk memastikan bantuan dan pelayanan benar-benar diterima warga terdampak.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan gempa di Nagekeo, NTT, Rabu (27/8/2026). Ia menegaskan, penanganan bencana tidak boleh kehilangan fokus hanya karena banyaknya agenda kunjungan pejabat ke daerah terdampak.

Prabowo menjelaskan dirinya sengaja tidak langsung mendatangi lokasi bencana pada tahap awal. Keputusan itu diambil agar instansi terkait dapat bekerja lebih leluasa tanpa harus menyiapkan berbagai agenda penyambutan atau pendampingan bagi pejabat pusat.

“Saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kehadiran terlalu banyak pejabat pusat di lokasi bencana justru berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintah daerah dan petugas yang sedang bekerja. Aparatur daerah dapat tersita waktunya untuk mendampingi rombongan, padahal tenaga mereka dibutuhkan untuk menangani kondisi darurat.

“Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi. Jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya,” ucapnya.

Ia menilai situasi tersebut dapat membuat perhatian pemerintah bergeser dari kebutuhan utama masyarakat. Dalam kondisi bencana, kata Prabowo, kecepatan pelayanan dan distribusi bantuan harus menjadi prioritas.

“Itu kadang-kadang ada kecenderungan akhirnya bisa menjadi mengalihkan fokus pertama,” katanya.

Karena itu, pemerintah pusat memilih terus memantau perkembangan di lapangan sekaligus memastikan bantuan dan pelayanan dapat dikerahkan sesuai kebutuhan.

“Tapi kita terus memonitor dan yang paling penting dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan. Itu yang paling penting,” tegas Prabowo.

Presiden juga mengingatkan bahwa kunjungan pejabat ke daerah terdampak seharusnya tidak sekadar menjadi kegiatan melihat kondisi bencana. Kehadiran pemerintah harus memberikan dampak nyata melalui solusi dan bantuan yang dapat segera digunakan masyarakat.

“Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana tapi tidak bisa mengatasi, tidak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif,” pungkasnya.

Dalam rapat tersebut, Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bekerja menangani bencana di NTT. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri, termasuk Panglima TNI, Kapolri, para Kepala Staf, Pangdam, Kapolda, Basarnas, serta BPBD.

Prabowo menegaskan seluruh unsur tersebut memiliki peran penting dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Berita Lainnya

Harta Kekayaan 4 Pejabat yang Dilantik Prabowo, Sriyanto Tertinggi Rp7,17 Miliar

Jakarta - Empat pejabat yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (15/10/2026) memiliki harta kekayaan yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan nilai...

Prabowo Lantik 9 Pejabat Negara dan TNI, Ini Daftar Nama serta Jabatan...

Jakarta– Presiden Prabowo Subianto melantik sembilan pejabat baru dari kalangan kementerian, lembaga negara, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis...

Wamen ATR/BPN Tinjau Kebakaran Kantor Pertanahan Karawang, Pemulihan Layanan Jadi Prioritas

Jakarta – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, meninjau langsung Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Karawang, Jawa Barat,...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS