Kejagung Pelajari Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kasus Kredit PT Sritex

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya memberikan tanggapan terkait putusan bebas terhadap tiga terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit kepada PT Sritex.

Tiga terdakwa yang dimaksud yakni mantan Kepala Divisi Korporasi dan Komersial Bank BJB, Dicky Syahbandinata, mantan Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, serta mantan Direktur Utama Bank Jateng, Supriyanto.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan bahwa jaksa penuntut umum masih mempelajari isi putusan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

“JPU akan mempelajari dulu secara lengkap isi putusan tsb dan nantinya akan menjadi pertimbangan bagi JPU untuk mengambil sikap sesuai ketentuan,” kata Anang, Jumat, 8 Mei 2026.

Meski demikian, Kejagung menegaskan tetap menghormati putusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.

“Kami menghormati dan menghargai putusan majelis hakim,” tegas Anang.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor Semarang memutus bebas ketiga terdakwa setelah majelis hakim menilai unsur pidana yang didakwakan tidak terbukti.

Dalam pertimbangannya terhadap Dicky Syahbandinata, hakim menyatakan tidak ditemukan unsur kesengajaan maupun kelalaian secara subjektif dalam proses pemberian kredit. Selain itu, Dicky dinilai tidak mengetahui adanya rekayasa laporan keuangan yang dilakukan PT Sritex.

Padahal sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Dicky dengan hukuman enam tahun penjara.

Sementara terhadap Yuddy Renaldi, majelis hakim menyebut tidak ada bukti terkait perintah, tekanan, atau intervensi dalam proses pengajuan kredit PT Sritex. Hakim juga menilai Yuddy tidak mengetahui adanya manipulasi laporan keuangan perusahaan tersebut.

Sebelumnya, jaksa menuntut Yuddy dengan hukuman 10 tahun penjara.

Adapun terhadap Supriyanto, hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti terlibat dalam upaya pemecahan pengajuan kredit PT Sritex menjadi dua bagian. Ia juga dinilai tidak memberikan tekanan kepada tim analisis kredit maupun Divisi Kepatuhan Bank Jateng selama proses pengajuan kredit berlangsung.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Supriyanto dengan hukuman 10 tahun penjara.

Berita Lainnya

Kemarau Meluas, Kementerian PU Tangani 3.288 Lokasi dan Salurkan 48,9 Juta Liter...

Jakarta - Pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Penanganan dilakukan dengan menyasar kebutuhan air untuk pertanian...

Sekolah Rakyat Ditegaskan Melengkapi Sekolah Negeri, Sasar Anak Keluarga Rentan

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan program Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi sistem pendidikan nasional, terutama dalam memperluas akses bagi anak-anak dari keluarga kurang...

Prabowo Apresiasi Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada kontingen Indonesia setelah tim bulu tangkis beregu putra mempersembahkan medali emas pertama bagi Merah Putih di...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS