Jemaah Haji Indonesia yang Hilang Sepekan Ditemukan Wafat di Mekkah, Pemerintah Siapkan Badal Haji

Jakarta – Kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji 2026. Seorang jemaah haji asal Indonesia yang sempat dilaporkan hilang selama sepekan di Mekkah akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jemaah tersebut diketahui bernama Muhammad Firdaus, anggota kloter JKG 27. Ia sebelumnya dilaporkan hilang sejak 15 Mei 2026 setelah meninggalkan hotel tempatnya menginap di Mekkah.

Setelah pencarian intensif selama delapan hari, aparat keamanan Arab Saudi menemukan Muhammad Firdaus dalam keadaan wafat pada 22 Mei 2026 waktu setempat.

Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Mohammad Hasan Afandi, mengatakan jenazah almarhum akan dimakamkan di Tanah Suci sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi.

“Jika jemaah wafat di Mekkah, maka proses pemakamannya dilakukan di Mekkah,” ujar Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari KJRI Jeddah, aparat keamanan Arab Saudi, tim medis, petugas haji, hingga masyarakat Indonesia yang turut membantu pencarian dan doa.

Di tengah suasana duka, pemerintah memastikan ibadah haji almarhum tetap akan disempurnakan melalui mekanisme badal haji. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi disebut akan menugaskan petugas haji untuk melaksanakan badal tersebut.

“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum,” kata Hasan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi 2026, Muftiono, mengungkapkan bahwa almarhum ditemukan di kawasan Jabal Kuday, sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari lokasi pemondokan jemaah.

“Almarhum ditemukan oleh tentara Arab Saudi yang sedang melakukan patroli pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat,” ujar Muftiono.

Sebelumnya, Muhammad Firdaus terakhir terlihat meninggalkan hotel pada 15 Mei 2026. Berdasarkan rekaman CCTV, ia keluar seorang diri sekitar pukul 09.04 waktu setempat.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa saat keluar hotel, almarhum tidak membawa identitas lengkap. Ia hanya mengenakan kaus putih, sarung, serta gelang haji yang menjadi penanda identitasnya.

Laporan kehilangan kemudian diterima melalui Kanal Kawal Haji pada 16 Mei 2026. Setelah itu, tim gabungan langsung melakukan pencarian ke sejumlah titik, mulai dari area hotel, kawasan Masjidil Haram, jalan-jalan sekitar Mekkah, hingga rumah sakit di wilayah tersebut.

“Tim perlindungan jemaah juga diterjunkan untuk memperluas pencarian sampai ke rumah-rumah sakit di Mekkah dan sekitarnya,” kata Ichsan.

Berita Lainnya

MK Tolak Gugatan Warga Palangkaraya soal Anggaran Penanggulangan Bencana Karhutla

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang diajukan empat warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah,...

Wamentan Alim Dorong Ekspor Pangan Diperkuat, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet mendorong peningkatan ekspor pangan nasional yang dibarengi perbaikan kualitas produksi, pengembangan hilirisasi, serta pembenahan tata...

Rahayu Saraswati Ingatkan Pengusaha, Teknologi Baru Jangan Sampai Pangkas Lapangan Kerja

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati S. Djojohadikusumo meminta para pelaku usaha mempertimbangkan dampak penerapan teknologi baru terhadap ketersediaan lapangan kerja....

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS