Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mempertimbangkan kapasitasnya dalam menjalankan tata kelola organisasi secara disiplin dan terukur.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Nanik memiliki rekam jejak yang baik dalam pengelolaan manajemen serta pengawasan program di lingkungan BGN. Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendasari keputusan Presiden.
KPK Sita Aset Rp17,5 Miliar! Mobil, Kripto hingga Emas Tersangka Kasus Izin Tinggal WNA Disikat
Selain itu, Nanik juga dinilai mampu memastikan seluruh aktivitas di BGN berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan, termasuk menjaga mutu makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat program gizi nasional.
KPK Bongkar Modus ‘Jatah Jumat’ Rp145,5 Miliar, Silmy Karim Diduga Terima Rp100 Juta per Minggu
“Kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6).
Prasetyo menuturkan bahwa Nanik dikenal sebagai figur yang tegas dalam melakukan pengawasan maupun evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program. Sikap tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem kerja BGN yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
“Dalam evaluasi dan monitoring, beliau (Nanik) salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas,” ungkapnya.
Pertimbangan lain yang menjadi dasar penunjukan tersebut adalah pengalaman Nanik selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Menurut Prasetyo, masa tugas itu telah memberinya pemahaman yang cukup mengenai mekanisme kerja serta berbagai tantangan yang dihadapi lembaga tersebut.
“Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Sehingga, kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” ucapnya.
Pemerintah berharap pengalaman serta karakter kepemimpinan yang dimiliki Nanik dapat mendorong perbaikan internal sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program-program BGN. Upaya tersebut nantinya akan didukung oleh dua wakil kepala yang baru ditunjuk.
“Untuk kita minta ke beliau, yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru, untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Prasetyo juga memastikan bahwa Nanik S. Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono, akan segera dilantik secara resmi dalam waktu dekat.
“Berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan pada minggu depan karena kita semua berpikir bahwa beliau pada hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan,” pungkas Prasetyo.
