Jakarta – Indonesia kembali mencatat perkembangan penting di sektor pangan. Setelah lama mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan beras, pemerintah kini mulai membuka peluang ekspor seiring dengan klaim tercapainya swasembada pangan nasional.
Langkah tersebut ditandai dengan rencana pengiriman 1.000 ton beras premium ke Malaysia menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor tersebut menjadi indikasi bahwa produksi beras nasional kini tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai memiliki kapasitas untuk memasuki pasar internasional.
“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” kata Amran dikutip di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Amran, keputusan membuka keran ekspor dilakukan setelah pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman. Stok beras yang dikuasai Bulog saat ini disebut mencapai 5,2 juta ton.
Pemerintah bahkan telah menyiapkan tambahan kapasitas gudang untuk mengantisipasi peningkatan produksi.
“Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus,” ujarnya.
Produksi Beras 2026 Diproyeksikan Meningkat
Amran menjelaskan, berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia pada 2026 diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah untuk mulai menggarap pasar luar negeri tanpa mengurangi pasokan beras bagi masyarakat Indonesia.
Pengiriman awal sebanyak 1.000 ton beras premium ke Malaysia nantinya dapat dikembangkan menjadi ekspor dengan volume yang lebih besar.
Amran menyebut Sarawak membutuhkan sekitar 200 ribu ton beras setiap tahun, sedangkan kebutuhan beras Malaysia secara keseluruhan diperkirakan mencapai 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun.
“Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun,” paparnya.
Besarnya kebutuhan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor beras di Malaysia. Pengiriman perdana 1.000 ton pun dinilai bukan sekadar transaksi awal, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi produk beras nasional ke pasar yang lebih luas.
Pemerintah memastikan beras yang dikirim merupakan beras premium dengan kualitas yang disesuaikan dengan standar dan kebutuhan pasar Malaysia.
