Hasto Ziarah ke Makam Bung Karno, Serukan Pejabat Utamakan Kepentingan Rakyat

Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melakukan ziarah ke makam Presiden pertama RI Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Sabtu, menjelang peringatan Hari Pahlawan.

Ziarah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Bung Karno sekaligus momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendiri bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

“Kami secara khusus berziarah ke makam Bung Karno, proklamator dan bapak bangsa Indonesia. Ini sekaligus dalam rangka peringatan Hari Pahlawan untuk menggelorakan kembali cita-cita besar pendirian Republik Indonesia,” kata Hasto kepada wartawan di Blitar, dikutip, Minggu (8/11/2026).

Hasto menegaskan, kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang serta pengorbanan besar para pahlawan. Karena itu, nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan bernegara.

Menurutnya, semangat pengorbanan para pahlawan perlu diterjemahkan melalui penyelenggaraan pemerintahan yang mengutamakan kepentingan masyarakat. Setiap kebijakan negara juga harus diarahkan untuk merealisasikan cita-cita proklamasi.

“Kami mengambil semangat dari itu, bahwa Indonesia merdeka karena pengorbanan begitu banyak pahlawan bangsa. Pengorbanan ini tidak boleh disia-siakan dan harus dijabarkan dalam suatu tata pemerintahan negara, di mana seluruh kebijakan yang diambil harus diupayakan untuk mewujudkan seluruh cita-cita proklamasi,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Hasto turut didampingi Anggota DPR RI Kanang Budi Sulistiyo, Anggota DPRD Kabupaten Blitar Sugeng Praptono, dan Ketua Soekarno Run Blitar Rera.

Saat tiba di kompleks makam Bung Karno, rombongan terlebih dahulu mengikuti doa bersama yang dipimpin juru kunci makam bernama Mat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menaburkan bunga di atas pusara Bung Karno.

Hasto juga menyempatkan diri berziarah ke makam kedua orang tua Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai dan Raden Soekeni Sosrodihardjo.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Hasto kembali mendatangi makam Bung Karno untuk memanjatkan doa secara khusyuk. Ia terlihat menundukkan kepala sambil meletakkan kedua tangannya di atas makam selama sekitar satu menit.

Usai berdoa, Hasto menyampaikan harapannya agar Indonesia terhindar dari praktik penyelenggaraan kekuasaan yang bertentangan dengan prinsip moral, etika, dan kebenaran.

“Pada kesempatan ini, kami juga memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar Indonesia dapat dibebaskan dari berbagai anasir jahat yang mencoba menjauhkan bangsa dari cita-cita para pahlawan dengan ketamakan kekuasaan serta pengelolaan kekuasaan yang tidak lagi didasarkan pada nilai-nilai etika, moral, dan kebenaran,” katanya.

Ia turut mengingatkan para pejabat publik agar tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu.

Hasto menilai kekuasaan semestinya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Dalam menyambut Hari Pahlawan, kita diingatkan agar keteladanan dan pengorbanan para pahlawan benar-benar kita kobarkan. Seluruh pejabat negara harus mengambil inspirasi dari semangat pengorbanan tersebut sehingga kekuasaan digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan,” ujar Hasto.

Lebih lanjut, ia menyebut integritas moral, ketaatan terhadap hukum, serta komitmen memperjuangkan keadilan sosial sebagai prinsip yang harus dipegang oleh setiap pejabat negara.

Hasto mengatakan, pesan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader agar senantiasa menjalankan kritik dan evaluasi terhadap pemerintahan maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Keteladanan moral dan etika, menjunjung tinggi hukum, serta berjuang bagi keadilan dan kemakmuran rakyat seharusnya menjadi pegangan seluruh pejabat negara. Ibu Megawati Soekarnoputri juga selalu menginstruksikan kami untuk terus melakukan kritik dan otokritik agar PDI Perjuangan tetap berada pada jalur yang benar dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Hasto.

Berita Lainnya

Presiden Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ini yang Dibahas

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sepuluh mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,...

Perkuat Kapasitas Lembaga, KPK Lantik Achmad Taufik Husein sebagai Direktur Penyidikan dan...

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melantik Achmad Taufik Husein sebagai Direktur Penyidikan bersama enam pejabat struktural lainnya di Gedung Juang KPK, Jakarta. Sekretaris...

Jelang Libur Nataru 2026–2027, Polri Cek Infrastruktur Pelabuhan Bakauheni dan Merak

Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama jajaran pemangku kepentingan melakukan peninjauan intensif terhadap kesiapan infrastruktur Pelabuhan Bakauheni di Lampung dan Pelabuhan Merak...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS