Hasil Survei Index Politica Sebut 6 Menteri Kabinet Merah Putih Dianggap Berhasil di 100 Hari Kerja

Jakarta – Lembaga survei Index Polica merilis hasil surveinya terkait dengan 100 hari kerja menteri kabinet Prabowo-Gibran yang dilaksanakan pada tanggal 22-29 Januari 2025. Metodologi survei menggunakan metode kuantitatif sebanyak 1.200 responden dengan teknik multistage random sampling serta jumlah yang proporsional.

“Responden adalah warga negara Indonesia yang berusia 20 tahun ke atas dengan minimal pendidikan tamatan SMA sederajat,” kata Direktur Riset Index Politica Fadhly di The Sultan Hotel dan Residence, Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat 31 Januari 2025.

Dia mengatakan, responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka mendalam oleh asisten peneliti yang berpengalaman. Toleransi kesalahan (margin of error) survei +_3% dengan derajat kepercayaan 95%.

“Karakteristik populasi responden berdasarkan pendidikan adalah SMA sederajat 12%, kemudian 71% adalah tamatan sarjana S1, dan sisanya S2, dan S3,” terang Fadhly.

Sedangkan karakteristik populasi responden berdasarkan pekerjaan adalah 10,7% mahasiswa, karyawan swasta 17,2%, Pegawai Negeri Sipil (PNS) 18,6%, wiraswasta UMKM 22,5%, guru 23,8%, dan sisanya ibu rumah tangga (IRT) 2,4%.

“Top of mind menteri pilihan responden yang dianggap bekerja keras dalam kurun 100 hari dipemerintahan Prabowo-Gibran adalah tertinggi Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar, MA dengan 25,6%, beliau dipilih karena telah berhasil menurunkan harga ongkos naik haji,” terangnya.

Kemudian, kata dia, di posisi kedua Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan angka 21,2%. Bahlil, menurutnya, dianggap berhasil menghemat APBN dalam program biodiesel b40 yang menghemat biaya impor solar sebesar Rp147,5 triliun.

“Di posisi ketiga 19,7% yakni Letjend (Purn) Sjafri Sjamsoeddin Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Menhan dipilih karena dianggap berhasil dalam program tranfer teknologi alutsista yakni frigate merah putih, drone anka, dan kapal selam scorpene evolved,” tuturnya.

Posisi keempat pilihan responden 16,8% jatuh pada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Dia mengatakan, Nusron dipilih karena dianggap berani dan tegas atas kasus pagar laut di Tanggerang.

“Berani mencabut SHGB dan SHM perusahaan yang terlibat dalam kasus tersebut,” pungkasnya.

Di posisi kelima, kata dia, pilihan responden sebesar 5,5% jatuh kepada Menko bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ketum PAN itu terpilih, kata dia, karena dianggap berhasil dengan program tolak impor beras, garam, dan jagung.

“Terakhir, nomor urut enam sekitar 1,8% dr, Ir Andi Amran Sulaiman. Beliau Menteri Pertanian Republik Indonesia dianggap berhasil dan cakap dalam program jangka panjang swasembada pangan,” katanya.

Kata dia, survei ini responden menyatakan kepuasan atas pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 87.9% karena dianggap sudah langsung bekerja sesuai tupoksi masing masing kementerian dan lembaga negara, sisanya 12.1% kurang puas.

“Survei ini juga tidak mencantumkan kinerja menteri terburuk atau tidak populis karena dianggap sangat subjectif dan terlalu cepat memberi nilai buruk. Karena baru 100 hari kerja,” kata Fadhly.

Berita Lainnya

Kemarau Meluas, Kementerian PU Tangani 3.288 Lokasi dan Salurkan 48,9 Juta Liter...

Jakarta - Pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Penanganan dilakukan dengan menyasar kebutuhan air untuk pertanian...

Sekolah Rakyat Ditegaskan Melengkapi Sekolah Negeri, Sasar Anak Keluarga Rentan

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan program Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi sistem pendidikan nasional, terutama dalam memperluas akses bagi anak-anak dari keluarga kurang...

Prabowo Apresiasi Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada kontingen Indonesia setelah tim bulu tangkis beregu putra mempersembahkan medali emas pertama bagi Merah Putih di...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS