Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mendorong agar dana beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dapat mengalir secara lebih proporsional kepada lulusan pesantren.
Saat ditemui di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu, Bahlil menilai bahwa selama ini penyaluran dana LPDP belum sepenuhnya menjangkau para lulusan pesantren secara merata.
Ia mengungkapkan bahwa kualitas seseorang tidak selalu ditentukan oleh latar belakang sekolah. Menurutnya, kemampuan seseorang lebih ditentukan oleh individu itu sendiri.
“Karena belum tentu sekolah bagus yang sekarang umum-umum itu, kualitasnya lebih hebat dibandingkan dengan pesantren. Belum tentu,” ucapnya dikutip dari Antara, Minggu (8/3/2026).
Bahlil juga meyakini bahwa para santri dan santriwati memiliki potensi serta kualitas yang tidak kalah baik. Oleh karena itu, mereka dinilai layak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh akses beasiswa pendidikan.
“Kesempatannya yang harus diberlakukan. Jangan disuruh syaratnya itu harus bahasa Inggris TOEFL 700, 800. Ya itu orang-orang kaya saja,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong agar dana LPDP juga dapat diberikan secara lebih proporsional kepada lulusan pesantren melalui jalur legislatif.
“Kami akan meminta lewat Fraksi Partai Golkar (DPR RI, red.) untuk juga diberikan porsi yang proporsional kepada pesantren santri-santri ini,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Partai Golkar juga menggelar kegiatan Silaturahmi dan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Azzainiyyah di Nagrog, Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Bahlil Lahadalia bersama jajaran pengurus DPP Golkar, di antaranya Ketua Dewan Pembina Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji, serta Bendahara Umum Sari Yuliati.





