Hari Perempuan Internasional 2026: Perempuan Berdaya Dimulai dari Pendidikan Berkualitas

Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun bangsa.

Tahun ini, Hari Perempuan Internasional mengangkat tema “Give to Gain”, yang menekankan pentingnya saling memberi dukungan, kesempatan, dan sumber daya bagi perempuan agar tercipta kemajuan bersama. Tema ini juga sejalan dengan kampanye global untuk memastikan hak, keadilan, dan tindakan nyata bagi semua perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. 

Hetifah menyampaikan bahwa perempuan Indonesia telah menunjukkan kontribusi luar biasa di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, hingga kepemimpinan publik. Namun demikian, berbagai tantangan masih harus dihadapi, terutama terkait kesenjangan akses pendidikan, literasi digital, serta kesempatan pengembangan kapasitas.

“Perempuan yang berpendidikan bukan hanya menguatkan dirinya sendiri, tetapi juga memperkuat keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa. Karena itu, investasi pada pendidikan perempuan adalah investasi strategis bagi kemajuan Indonesia,” ujar Hetifah.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkeadilan menjadi kunci agar perempuan dan anak perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang. Komisi X DPR RI, lanjutnya, terus mendorong kebijakan pendidikan yang memberikan ruang lebih luas bagi perempuan untuk berprestasi, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Hetifah juga mengajak seluruh pihak—pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta—untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung pemberdayaan perempuan, termasuk melalui penguatan literasi, pengembangan keterampilan, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

“Semangat Hari Perempuan Internasional mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai ketika perempuan mendapatkan kesempatan yang adil untuk belajar, berkarya, dan memimpin,” tutup Hetifah.

Berita Lainnya

MK Tolak Gugatan Warga Palangkaraya soal Anggaran Penanggulangan Bencana Karhutla

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang diajukan empat warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah,...

Wamentan Alim Dorong Ekspor Pangan Diperkuat, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet mendorong peningkatan ekspor pangan nasional yang dibarengi perbaikan kualitas produksi, pengembangan hilirisasi, serta pembenahan tata...

Rahayu Saraswati Ingatkan Pengusaha, Teknologi Baru Jangan Sampai Pangkas Lapangan Kerja

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati S. Djojohadikusumo meminta para pelaku usaha mempertimbangkan dampak penerapan teknologi baru terhadap ketersediaan lapangan kerja....

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS