Dukung Program Perumahan Skala Besar, Kadin Nilai Bisa Dongkrak PDB hingga 1,5 Persen

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam menggulirkan program pembangunan perumahan berskala besar. Inisiatif ini dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga 1–1,5 persen.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady, menilai proyek perumahan tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan hunian masyarakat secara luas, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang signifikan.

“Ini bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga mesin ekonomi yang sangat kuat. Dalam jangka panjang, sektor ini berpotensi menambah pertumbuhan PDB sekitar 1 hingga 1,5 persen,” pungkas James kepada media di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, pembangunan perumahan yang dirancang secara berkelanjutan akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sektor ini juga akan menggerakkan industri bahan bangunan, distribusi logistik, hingga layanan keuangan.

“Hanya sedikit sektor yang memiliki dampak langsung dan cepat terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi seperti sektor perumahan,” ucap James.

Pengembangan Kawasan Investasi dan Pariwisata

Selain sektor perumahan, James turut menyoroti pentingnya percepatan pembangunan kawasan investasi dan destinasi wisata sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut pengembangan pabrik, pelabuhan, sentra pertanian, hotel, hingga infrastruktur digital sebagai bagian dari agenda yang patut diprioritaskan.

“Masa depan pertumbuhan Indonesia tidak hanya ditentukan di ruang rapat, tetapi di kawasan investasi, destinasi pariwisata, wilayah pertanian, dan kota-kota sekunder yang sedang berkembang,” tegas James.

Lebih jauh, ia menilai aspek budaya memiliki peran strategis dalam diplomasi ekonomi. Budaya, kata dia, tidak semata berkaitan dengan warisan tradisi, tetapi juga mencakup sektor pariwisata, industri kreatif, kuliner, film, fesyen, musik, hingga konten digital yang semakin berkembang.

“Dalam banyak kasus, budaya adalah duta pertama sebuah negara jauh sebelum perjanjian dagang ditandatangani. Ketika masyarakat saling menghargai budaya masing-masing, hubungan bisnis menjadi lebih mudah, lebih kuat, dan lebih berkelanjutan,” ucap James.

Berita Lainnya

KSP Pastikan 9 WNI Ditahan Israel Selamat, segera Pulang ke Indonesia

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memastikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan otoritas Israel berada dalam kondisi baik. Pemerintah...

Jadi Bagian dari Satgas PKH, Kementerian ATR/BPN Kawal Kepastian Hukum dan Tata...

Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, tata kelola pertanahan, dan...

Puan Tegaskan PDIP Tetap Dukung Pemerintah Lewat Kritik Konstruktif

Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengapresiasi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memuji sikap PDIP meski berada di luar pemerintahan. Puan menegaskan, partainya...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS