IHSG Menguat Tipis ke Level 6.330, Reliance Sekuritas Rilis Rekomendasi Saham Potensial

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (20/5/2026), meski masih berada dalam tekanan koreksi yang cukup tajam.

IHSG tercatat naik 40,10 poin atau sekitar 0,63 persen ke posisi 6.330,58. Namun, penguatan tersebut lebih rendah dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya, Selasa (19/5/2026), saat IHSG ditutup melonjak 217,73 poin atau setara 3,30 persen ke level 6.381,51.

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada menjelaskan pergerakan pasar dipengaruhi sejumlah sentimen, mulai dari pidato Presiden Prabowo Subianto hingga hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Sentimen menguat usai pidato Presiden Prabowo Subianto terkait arah kebijakan ekonomi dan rencana pembentukan badan ekspor komoditas dan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengenai suku bunga acuan dimana suku bunga acuan (BI Rate) naik 50 bps menjadi 5.25 persen,” jelas Reza, Kamis (21/5/2026).

Secara teknikal, ia menilai pola candle terakhir IHSG membentuk black spinning top dan masih bergerak di bawah MA5 serta MA20. Sementara indikator stochastic menunjukkan dead cross di area deep oversold.

Meski demikian, kondisi bursa global yang dinilai kondusif serta meredanya tekanan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah diperkirakan dapat mendorong IHSG kembali menguat.

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6,271 dan resistance pada level 6,399 dengan kecenderungan menguat,” tutur Priyambada.

Berikut sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati para investor:

BRMS – Buy

Saham BRMS dinilai berpotensi menguat karena harga mulai mendekati MA5. Candle terakhir membentuk pola doji yang mengindikasikan peluang reversal naik, didukung indikator stochastic golden cross.

* Entry: 650 – 670

* Resistance: 680 – 700

* Support: 625

* Stoploss: 620

* Target: 740

UNVR – Buy

UNVR berhasil menembus MA5 dengan pola candle white spinning top yang menunjukkan potensi pembalikan arah. Selain itu, indikator MACD menunjukkan golden cross dengan dukungan akumulasi beli.

* Entry: 1.775 – 1.815

* Resistance: 1.860 – 1.915

* Support: 1.705

* Stoploss: 1.700

* Target: 2.070

*BUVA – Buy

Harga saham BUVA mulai mendekati MA5 dengan candle doji yang mengisyaratkan potensi kenaikan. Stochastic juga menunjukkan golden cross di area deep oversold.

* Entry: 805 – 825

* Resistance: 845 – 870

* Support: 770

* Stoploss: 765

* Target: 940

INET – Buy

Saham INET turut direkomendasikan beli setelah harga mendekati MA5 dan membentuk candle white spinning top yang mengarah pada peluang rebound meski stochastic masih berada pada posisi dead cross di area oversold.

* Entry: 250 – 258

* Resistance: 262 – 270

* Support: 240

* Stoploss: 238

* Target: 294.

Berita Lainnya

Tim 9 Kejagung Periksa 4 Saksi, Kasus TPPU Febrie Adriansyah Terus Didalami

Jakarta  — Penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah terus bergulir. Tim...

3 Immigration Lounge Dibuka di Sumut, 53 PIMPASA Dikukuhkan

Jakarta — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memperluas akses layanan keimigrasian di Sumatera Utara. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto meresmikan tiga Immigration Lounge...

Tarif Ojol Antar Barang Masih Digodok, Pemerintah Libatkan Kementerian dan Pengemudi

Jakarta - Pemerintah masih mematangkan besaran tarif layanan pengantaran barang dan makanan dalam Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang transportasi daring atau ojek online (ojol). Menteri...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS