Diperiksa KPK, Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Irit Bicara

Jakarta – Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Hubungan Internasional, Haryanto irit bicara usai diperiksa Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) selama 10 jam. Direktur PPTKA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) 2019-2024 dan Dirjen Binapenta Kemnaker 2024-2025, dia diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pada pengurusan rencana penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tahun 2020-2023.

Haryanto yang kini menjabat sebagai Staf ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Hubungan Internasional itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pada pengurusan rencana penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kemnaker 2020-2023.

Saat ditemui usai diperiksa KPK, Haryanto hanya meminta wartawan untuk menanyakan langsung terkait dengan materi penyidikan kepada penyidik KPK. Dia juga tampak irit bicara saat ditanyai oleh wartawan.

“Tanya penyidik saja,” kata Haryanto kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Dia juga tidak menjawab beberapa pertanyaan seperti statusnya dalam kasus ini, dan total pemerasan yang dilakukan terhadap para tenaga kerja asing (TKA). Haryanto juga terus menghindari awak media sambil berjalan ke luar area gedung Merah Putih KPK. “Makasih-makasih,” pungkasnya.

Bukan hanya Haryanto, KPK juga memeriksa Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PPK) Kemnaker periode 2020-2023, Suhartono.

Kemudian, Direktur PPTKA Kemnaker periode 2017-2019, Wisnu Pramono, dan Direktur PPTKA Kemnaker periode 2024-2025, Devi Angraeni.

Meski begitu, hingga berita ini terbit, pihak KPK belum menjelaskan mengenai materi pemeriksaan yang didalami dari keempat saksi tersebut.

Diketahui, dalam kasus ini KPK telah menggeledah kantor Kemenaker dan lima rumah di wilayah Jabodetabek. Kemudian, dari penggeledahan yang dilakukan pada 20-22 Mei 2025 tersebut KPK telah menyita 8 unit mobil dan 1 unit motor.

KPK juga telah menetapkan delapan orang saksi yang belum diungkapkan identitasnya. Para tersangka, diduga memeras para TKA yang akan bekerja di Indonesia.

Berita Lainnya

Kemarau Meluas, Kementerian PU Tangani 3.288 Lokasi dan Salurkan 48,9 Juta Liter...

Jakarta - Pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Penanganan dilakukan dengan menyasar kebutuhan air untuk pertanian...

Sekolah Rakyat Ditegaskan Melengkapi Sekolah Negeri, Sasar Anak Keluarga Rentan

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan program Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi sistem pendidikan nasional, terutama dalam memperluas akses bagi anak-anak dari keluarga kurang...

Prabowo Apresiasi Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada kontingen Indonesia setelah tim bulu tangkis beregu putra mempersembahkan medali emas pertama bagi Merah Putih di...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS