Bappenas Dorong Hilirisasi Sawit Berbasis Riset dan Teknologi Bernilai Tinggi

Jakarta – Pemerintah terus mendorong transformasi industri kelapa sawit nasional melalui penguatan hilirisasi berbasis riset dan teknologi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa strategi hilirisasi sawit tidak lagi dapat mengandalkan ekspor bahan baku mentah semata. Menurutnya, pengembangan industri sawit ke depan harus berfokus pada produk-produk inovatif yang dihasilkan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Hilirisasi sawit tidak lagi dapat bertumpu pada ekspor bahan mentah semata, melainkan harus diarahkan pada pengembangan produk-produk inovatif berbasis teknologi dan riset,” ujar Rachmat dalam pertemuan dengan delegasi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dipimpin Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Prof. Sudrajat, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (27/6/2026).

Rachmat menjelaskan, potensi pengembangan industri sawit Indonesia sangat besar karena satu jenis komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah tinggi. Produk turunan sawit, kata dia, tidak hanya terbatas pada sektor pangan dan energi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk kosmetik, farmasi, hingga material industri.

“Sawit adalah komoditas yang sangat eksotis jika diolah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari satu komoditas ini dapat dihasilkan berbagai produk bernilai tinggi, mulai dari lipstik alami, kapsul beta karoten, material komposit, hingga berbagai kebutuhan industri lainnya,” katanya.

Karena itu, Rachmat mendorong agar pusat studi sawit di IPB terus diperkuat sebagai bagian dari pengembangan ekosistem riset nasional. Menurutnya, meskipun dimulai dari skala kecil, penguatan riset sawit berpotensi memberikan dampak besar bagi perekonomian nasional.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dalam mempercepat hilirisasi sawit yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi kunci agar pengembangan sawit dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Rachmat mengungkapkan bahwa pengembangan hilirisasi sawit merupakan salah satu arahan langsung Presiden yang melibatkan sejumlah institusi strategis. Selain kementerian yang membidangi lahan dan pendidikan tinggi, PT Agro Industri Nasional (Agrinas) dan Bappenas juga mendapat mandat untuk mempercepat pengembangan sektor tersebut.

“Khusus sawit ini, paling tidak ada tiga institusi yang mendapat arahan, yakni kementerian yang menangani lahan dan pendidikan tinggi, Agrinas, serta Bappenas karena kami mendapat tugas untuk menangani hilirisasi sawit. Dari sinilah sebenarnya IPB harus mengambil peran strategis,” tutur Rachmat.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Prof. Sudrajat, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai skema kerja sama untuk mendukung pengelolaan kebun sawit yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pendidikan berbasis industri sawit.

“Salah satu skema yang sedang kami siapkan adalah pengelolaan kebun sawit secara profesional dengan melibatkan praktisi industri yang berpengalaman, sekaligus mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Sudrajat.

Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan industri menjadi langkah penting untuk menciptakan ekosistem sawit nasional yang lebih produktif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

Berita Lainnya

BPN Blora Gandeng APH Kawal Pembebasan Lahan Dua PSN, Cegah Praktik Mafia...

Jakarta - Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dan Pemerintah Kabupaten Blora untuk mengawal...

Pemerintah Percepat Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih, Perpres segera Disiapkan

Jakarta - Pemerintah terus mempercepat operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah diluncurkan sebagai salah satu program prioritas Presiden. Upaya tersebut dilakukan...

DPR Nilai Pembentukan IDSurvey Sejalan dengan Visi Prabowo Perkuat Tata Kelola BUMN

Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menilai pembentukan Holding BUMN Jasa Survei, PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (IDSurvey), merupakan langkah...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS