Jakarta – Catatan rekor anyar diukir Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam agenda safari politiknya. Bahlil memboyong rombongan besar jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk menghadiri prosesi pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Bali di Denpasar, Sabtu (3/10/2026).
Langkah tak biasa ini ditegaskan Bahlil sebagai bukti keseriusan dan perhatian penuh dari jajaran pengurus pusat dalam mengawal konsolidasi partai di wilayah Bali.
“Saya mau sampaikan bahwa dalam proses perjalanan safari politik saya, baik dalam musda maupun pelantikan DPD Golkar di seluruh wilayah Indonesia, hari ini adalah mencetak rekor dengan saya membawa lima orang menteri dan dua orang wamen (wakil menteri) untuk menghadiri pelantikan Golkar Provinsi Bali,” kata Bahlil dikutip, Minggu (4/10/2026).
“Ini sebagai bentuk keseriusan dan kesungguhan kami dari DPP Partai Golkar dalam melihat bagaimana perkembangan Golkar di Provinsi Bali,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil memperkenalkan deretan pejabat tinggi negara yang turut hadir mendampinginya:
-
Bahlil Lahadalia: Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi / Menteri ESDM (Ketua Umum Golkar)
-
Muhammad Sarmuji: Menteri Perindustrian
-
Wihaji: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Waketum Pemenangan Jawa & Kalimantan
-
Mukhtarudin: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)
-
Maman Abdurrahman: Menteri UMKM
-
Dyah Roro Esti: Wakil Menteri Perdagangan
-
Christina Aryani: Wakil Menteri P2MI
Bahlil menilai komposisi kader muda yang mengisi posisi strategis di pusat membuktikan komitmen Partai Golkar dalam merangkul generasi muda dan Gen Z di panggung politik nasional.
“Jadi saya pikir Partai Golkar adalah salah satu partai yang mengakomodir anak-anak muda, generasi Z,” ucap Bahlil.
Agenda berlanjut pada prosesi pengesahan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2025–2030 berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor: SKEP-166/DPP/GOLKAR/VI/2026. Nahkoda kepemimpinan resmi dipegang oleh Gde Sumarjaya Linggih sebagai Ketua, didampingi I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida (Sekretaris) serta I Gede Sudiana (Bendahara).
Komposisi anyar ini dinilai Bahlil sebagai perpaduan ideal antara tokoh senior berpengalaman dan kader regenerasi.
“Saya melihat dari wajah-wajah yang dilantik adalah sebuah wajah-wajah yang penuh harapan, wajah-wajah yang merupakan gabungan antara generasi yang lalu dengan generasi yang kini yang akan mewarisi generasi masa depan bangsa,” kata dia.
Menutup arahannya, Bahlil membebankan target politik yang jelas bagi kepengurusan baru Bali untuk mendongkrak perolehan kursi di ranah legislatif, baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI.
“Yang pertama adalah kita mempunyai target harus menaikkan kursi dari 102 di DPR RI harus 102 lebih, itu juga saya meminta kepada pengurus Golkar Provinsi Bali agar segera menaikkan kursi di DPR provinsi di DPR kabupaten kota dan juga kalau bisa di DPR RI,” tutur Bahlil.
