Jakarta – Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), memanfaatkan momentum pameran tahunan Wakatobi WAVE 2026 sebagai wadah memperluas jangkauan pasar dan memicu akselerasi ekonomi bagi pelaku UMKM serta industri kreatif lokal.
Bupati Wakatobi Haliana menegaskan bahwa ajang berskala nasional bertema ‘Exploring Maritime and Cultural Majestic’ tersebut tidak cuma menjadi tontonan wisata semata, tetapi juga dirancang sebagai motor penggerak kolaborasi bisnis masyarakat.
“Wakatobi WAVE 2026 memiliki fungsi yang lebih luas, tidak hanya sekadar tourism event, tetapi sekaligus sebagai platform ekonomi dan kolaborasi,” kata Haliana dikutip dari Antara, Minggu (4/10/2026).
“Pariwisata bukanlah tentang keuntungan instan hari ini, melainkan investasi jangka panjang. Ini adalah proses upaya kita mempromosikan keunikan dan kearifan daerah, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Wakatobi secara luas,” ujarnya.
Haliana menegaskan komitmen daerahnya untuk tidak bergantung pada industri ekstraktif pertambangan, melainkan fokus memelihara kelestarian alam dan akar budaya sebagai aset ekonomi berkelanjutan.
Puluhan wirausaha lokal dilibatkan dalam kegiatan yang berlangsung pada 2–4 Oktober ini dengan memamerkan produk unggulan seperti kuliner khas, kain tenun, hingga kerajinan tangan warga. Kemeriahan makin lengkap lewat sajian Karnaval Budaya Maritim, Fashion Show, Tari Kolosal, hingga aksi pelestarian lingkungan berupa transplantasi terumbu karang.
“Event tahunan Wakatobi ini juga kembali berhasil masuk dalam daftar kalender event nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah melalui proses kurasi yang ketat,” jelasnya.
Melalui sinergi erat lintas sektor, sektor pariwisata dan UMKM Wakatobi diharapkan mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur.
