5 Nama Ketum PBNU Lolos! Siapa Pemenangnya?

Jakarta – Tahapan pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, memasuki babak baru. Lima nama calon yang dinyatakan memenuhi persyaratan telah mendapatkan persetujuan dari Rais Aam PBNU terpilih K.H. Miftachul Akhyar.

Persetujuan tersebut sekaligus menandai selesainya proses penjaringan kandidat Ketua Umum PBNU. Tahap berikutnya dilakukan melalui musyawarah antara Rais Aam terpilih bersama delapan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk menentukan sosok yang akan memimpin PBNU periode mendatang.

Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU Prof. Dr. H. Ganefri mengatakan seluruh calon yang diajukan telah memperoleh persetujuan Rais Aam, baik secara lisan maupun tertulis.

“Alhamdulillah, Rais Aam terpilih, sesuai dengan tata tertib pemilihan. Setelah kami menghadap Rais Aam terpilih, kelima calon yang kita usulkan itu disetujui oleh Rais Aam secara lisan maupun secara tertulis,” ujar Ganefri dalam sidang di Gedung Serba Guna, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

Dengan disetujuinya kelima kandidat tersebut, proses selanjutnya menjadi kewenangan K.H. Miftachul Akhyar bersama delapan anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU. Mereka akan melakukan musyawarah untuk menentukan Ketua Umum PBNU yang baru.

Musyawarah tersebut berlangsung di ndalem kasepuhan Kiai Abdul Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin pagi.

“Selanjutnya beliau-beliau itu (Rais Aam terpilih dan delapan AHWA) akan bermusyawarah untuk menentukan ketum kita yang baru. Mari kita berdoa agar lebih cepat keluar nama ketum yang baru,” kata Ganefri.

Kelima kandidat ditetapkan berdasarkan perolehan suara pada tahapan sebelumnya. K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin berada di posisi teratas dengan 472 suara.

Selanjutnya, K.H. Zulfa Mustofa memperoleh 262 suara, disusul K.H. Abdussalam Sochib dengan 261 suara. Kemudian K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengantongi 258 suara dan K.H. Abdul Ghaffar Rozin mendapatkan 155 suara.

Dalam sidang tersebut, pimpinan sidang turut memastikan pemenuhan sejumlah ketentuan bagi calon Ketua Umum PBNU. Di antaranya, kandidat harus menyatakan kesediaan, tidak sedang memegang jabatan politik, serta bukan pengurus partai politik atau organisasi yang memiliki afiliasi dengan partai politik dalam satu tahun terakhir.

Persyaratan lain mencakup tidak pernah mendapatkan tindakan organisatoris terkait kepengurusan yang dipimpinnya serta memperoleh persetujuan dari Rais Aam.

Dari proses dialog dan pemeriksaan dokumen, seluruh kandidat telah memiliki berkas persyaratan, meskipun masih terdapat sejumlah dokumen yang perlu dilengkapi. Nama-nama tersebut kemudian disampaikan kepada AHWA untuk memperoleh persetujuan.

Salah satu kandidat, Gus Kikin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterimanya. Ia juga menyatakan kesiapan untuk maju dan melengkapi dokumen persyaratan yang masih diperlukan.

Sementara itu, K.H. Zulfa Mustofa mengaku tidak menduga dapat memperoleh suara sebanyak 262 dalam proses pemilihan.

“Saya tidak menyangka dengan perolehan saya. Pastinya saya tahu saya dalam hal ini berkompetisi untuk meraih simpati para muktamirin dengan apa ya? Dengan modal yang sangat sangat seadanya gitu ya,” kata dia.

Zulfa mengatakan selama lima tahun terakhir dirinya berupaya membangun komunikasi dengan sejumlah jajaran organisasi NU, mulai dari PW, PC hingga PCINU.

Ia juga telah menyiapkan sejumlah gagasan apabila dipercaya memimpin PBNU. Selain melanjutkan program yang telah dijalankan kepengurusan sebelumnya, ia berencana menuangkan visi dan misinya dalam bentuk buku.

“Tentu apa-apa yang saya sampaikan, janji-janji saya dalam visi misi saya, saya sudah mencetak satu buku Panca Khidmat itu, itu akan saya lakukan. Ya, prinsip umumnya saya akan melanjutkan seluruh program yang sudah dilakukan oleh kepemimpinan terdahulu supaya ada kesinambungan. Karena ya, dan terus akan menambah dengan program-program yang lebih baik,” kata dia.

Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, sedangkan agenda penutupan juga dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo.

 

Berita Lainnya

Urus Balik Nama Sertifikat Tanah Ditarget 10 Hari, Ini Syaratnya

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah menguji layanan Peralihan Hak Terintegrasi yang ditargetkan mampu menyelesaikan proses administrasi maksimal dalam...

Sah! Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031

Jakarta – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi ditetapkan sebagai Ketua...

Kejagung Sita Aset Rp338 Miliar Milik Bos PT QSS

Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melakukan penyitaan aset dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) PT QSS di Kalimantan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS