Kak Seto Suntik Semangat Anak Binaan LPKA Jakarta, Tekankan Masa Depan Masih Terbuka

Jakarta – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama Pokja Stop Stigma (Sinergi Sejuta Tangan) menggelar kegiatan “Kakak Bercerita Bersama Kak Seto” di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta, Senin (27/7/2016). Kegiatan yang berlangsung hangat ini menghadirkan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto, untuk berbagi pengalaman hidup sekaligus memberikan motivasi kepada 37 Anak Binaan.

Kolaborasi tersebut melibatkan Espas Indonesia, Ikatan Bimbingan Konseling Sekolah, Sahabat Anak Indonesia, serta Jendela Pendidikan Nusantara. Melalui kegiatan ini, para Anak Binaan diajak membangun kembali optimisme dan keyakinan bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dengan gaya komunikasinya yang akrab dan penuh humor, Kak Seto menceritakan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga dewasa. Ia mengisahkan berbagai kegagalan, penolakan, dan tantangan yang pernah dihadapi sebelum akhirnya berhasil meraih impian. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah penentu akhir kehidupan seseorang.

“Bukan hanya berani sukses, tetapi anak-anak juga harus berani gagal untuk kemudian bangkit kembali menjadi lebih hebat di masa depan,” tutur Kak Seto.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi dan karakter yang berbeda sehingga tidak layak dibandingkan satu sama lain. Menurutnya, kondisi yang sedang dihadapi saat ini tidak boleh menghilangkan rasa percaya diri mereka.

“Semua anak itu unik, otentik, dan tidak terbandingkan. Semua anak hebat. Anak Binaan tetap anak-anak Indonesia yang harus dihargai, dihormati, dan percaya diri menyongsong masa depannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kak Seto mengapresiasi suasana pembinaan di LPKA Jakarta yang dinilainya ramah terhadap anak. Ia melihat para Anak Binaan tetap dapat menunjukkan keceriaan melalui berbagai aktivitas positif yang difasilitasi selama menjalani pembinaan.

“Saya melihat LPKA ini ramah anak. Dari wajah-wajah mereka tercermin bahwa mereka dibina, diberi motivasi, diberi semangat, dan diasuh dengan cara yang baik sehingga tetap memiliki rasa percaya diri. Itu terlihat ketika mereka bergerak, bernyanyi, dan bergembira bersama,” katanya.

Tak hanya menyemangati Anak Binaan, Kak Seto turut mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, agar menerima kembali anak-anak mereka dengan penuh kasih setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Kami mengetuk pintu hati para orang tua agar menerima kembali anak-anak mereka dengan tangan terbuka dan hati terbuka. Mereka tetap memiliki masa depan. Semoga kelak mereka pulang dengan penuh rasa syukur karena telah dibina negara dengan baik dan mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta, Wachid Wibowo, turut memberikan motivasi kepada para Anak Binaan. Ia menegaskan bahwa setiap orang pernah melakukan kesalahan, namun yang terpenting adalah kemauan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kemarin mungkin ada pelanggaran hukum yang menyebabkan kalian berada di sini. Hari ini mulailah bertobat. Gunakan waktu selama menjalani pembinaan untuk merenung, belajar, dan memperbaiki diri. Kesempatan kalian masih panjang. Negara membutuhkan kalian, keluarga juga membutuhkan kalian,” ujarnya.

Wachid juga mengimbau seluruh Anak Binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri sekaligus bekal saat kembali ke lingkungan masyarakat nanti.

Dukungan serupa disampaikan perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Udi, yang menegaskan bahwa hak memperoleh pendidikan tetap melekat bagi setiap anak, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan.

“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, termasuk Anak Binaan. Kami berharap sinergi ini dapat memastikan mereka terus belajar dan mengembangkan potensi,” ujar Udi.

Selain sesi motivasi, kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan bantuan berupa buku-buku cerita untuk meningkatkan minat baca serta sebuah laptop yang akan digunakan sebagai penunjang proses belajar di LPKA.

Suasana keakraban semakin terasa saat seluruh peserta menikmati nasi cadong bersama, disertai permainan dan nyanyian yang menciptakan kebersamaan tanpa sekat.

Rangkaian kegiatan ini menjadi pengingat bahwa proses pembinaan bukan semata menjalani hukuman, melainkan kesempatan untuk membentuk karakter, memulihkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan Anak Binaan agar mampu kembali berperan positif di tengah masyarakat. Di balik dinding LPKA, harapan dan cita-cita mereka tetap hidup serta layak untuk terus diperjuangkan.

Berita Lainnya

Bakom: Evaluasi Perkuat Program Prioritas Pemerintah

Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan evaluasi menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh program prioritas pemerintah berjalan optimal dan memberikan dampak...

Pemerintah Siaga Hadapi El Nino, Karhutla Jadi Fokus Utama

Jakarta - Pemerintah mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan datang lebih cepat dari perkiraan. Salah satu perhatian utama...

Hasto: Perubahan Besar Berawal dar

Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai motor perubahan melalui kekuatan ide, gagasan, dan imajinasi....

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS