HNW Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran, Soroti Pentingnya Hentikan Tragedi Gaza

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendukung pelaksanaan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta mendorong seluruh pihak menjalankan komitmen tersebut secara konsisten guna mencegah krisis global dan mengembalikan perhatian dunia pada upaya mengakhiri tragedi kemanusiaan di Gaza.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026, Hidayat Nur Wahid mengapresiasi prakarsa perdamaian yang dimediasi Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi. Menurutnya, langkah tersebut membuka peluang meredakan ketegangan di kawasan yang selama ini berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi dunia.

“Kita tentu berterima kasih dan mengapresiasi tinggi prakarsa Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi yang efektif bergerak sehingga naskah perdamaian bisa disetujui dan ditandatangani,” katanya.

Menurut Hidayat, implementasi kesepakatan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak berhenti pada tahap penandatanganan semata. Ia berharap seluruh pihak turut mengawal pelaksanaan perjanjian sesuai tahapan yang telah disepakati.

Ia menilai konsistensi dalam menjalankan kesepakatan damai sangat penting untuk menghindarkan dunia dari ancaman krisis berkepanjangan, termasuk dampak ekonomi akibat terganggunya jalur perdagangan energi internasional.

“Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, penting juga bisa segera menurunkan harga minyak dunia yang sangat membebani banyak negara, termasuk Indonesia,” ujarnya.

Hidayat menambahkan, meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat internasional untuk kembali memfokuskan perhatian pada penyelesaian konflik di Gaza dan Palestina.

“Memang Gaza/Palestina tidak disebut dalam perjanjian tersebut, tetapi penting diingatkan, dengan berhentinya perang AS versus Iran itu maka perjanjian damai yang hentikan tragedi di Gaza/Palestina penting segera bisa diwujudkan juga,” katanya.

Menurutnya, upaya menciptakan perdamaian yang menyeluruh di kawasan harus mencakup perlindungan terhadap warga sipil, penegakan hukum internasional, serta dukungan terhadap penyelesaian konflik yang adil dan berkelanjutan.

Ia juga mendorong Indonesia untuk terus memainkan peran diplomatik sesuai amanat konstitusi dalam mendukung perdamaian dunia dan kemerdekaan Palestina.

“Pemerintah Indonesia juga bisa terus memainkan peran penting politik luar negerinya untuk terciptanya perdamaian dunia dan merdekanya Palestina, di samping tetap fokus mengatasi masalah-masalah domestik di Indonesia,” ujarnya.

Hidayat berharap kesepakatan damai tersebut dapat dijalankan secara konsisten sehingga mampu berkontribusi terhadap stabilitas kawasan, pemulihan ekonomi global, serta terciptanya perdamaian yang lebih luas.

Berita Lainnya

ATR/BPN dan KPK Perkuat Integritas ASN Lewat Pelatihan Antikorupsi

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat integritas aparatur sipil negara (ASN). Kolaborasi tersebut...

Truk Pembawa Maut dan Perusak Jalan Tak Bisa Sembunyi Lagi! Kemenhub Luncurkan...

Jakarta - Pengawasan terhadap truk angkutan barang yang melebihi kapasitas dimensi dan muatan alias Over Dimension Over Loading (ODOL) kini memasuki babak baru. Kementerian...

Menteri Nusron Percepat Layanan Pertanahan untuk Tutup Celah Mafia Tanah

Jakarta  - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus membenahi sistem pelayanan pertanahan sebagai langkah untuk mempersempit peluang mafia tanah memanfaatkan kelemahan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS