Menteri Nusron Dorong Santri Kuasai Sains dan Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan Sertipikat Wakaf Pondok Pesantren saat menghadiri peringatan Milad ke-26 Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al Fithroh (Yaspida) di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/6/2026).

Penyerahan sertipikat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap aset lembaga pendidikan keagamaan. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Kantor Wilayah ATR/BPN Jawa Barat serta Kantor Pertanahan Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Selain menyerahkan sertipikat wakaf, Nusron juga memberikan motivasi kepada para santri agar mampu bersaing di era modern dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

“Saya ingin santri tidak hanya ahli di bidang agama, tapi juga punya ilmu sains supaya pengetahuannya tidak kering. Tidak hanya spirit spiritual, namun juga spirit intelektual,” tegas Nusron dikutip, Jumat (5/6/2026).

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pesantren, Nusron menawarkan program beasiswa ke perguruan tinggi negeri bagi santri berprestasi yang memilih bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics). Ia juga mendorong pesantren untuk memperkuat pendidikan sains di tingkat aliyah atau SMA tanpa mengurangi pendalaman ilmu agama.

Dalam kesempatan tersebut, Nusron mengajak para santri mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor, baik sebagai ulama, teknokrat, maupun pemimpin bangsa.

“Santri harus siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Ada yang menjadi ulama, ada yang menjadi teknokrat, dan ada yang menjadi pemimpin bangsa. Semua harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Nusron.

Menurutnya, pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter, wawasan, dan jiwa kepemimpinan generasi muda. Karena itu, para santri perlu memiliki pandangan yang luas serta kesiapan menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Nusron menilai kemajuan bangsa membutuhkan perpaduan antara pemahaman agama yang kuat, kemampuan teknokratis, serta kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan negara. Konsep tersebut, kata dia, sejalan dengan pemikiran Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengenai pentingnya sinergi antara ulama, teknokrat, dan pemimpin bangsa.

“Pesantren memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang mampu berkiprah pada ketiga bidang tersebut sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi politik dan pemahaman kebangsaan di kalangan santri. Menurutnya, generasi muda pesantren perlu memahami kebijakan publik agar dapat berkontribusi dalam menentukan arah pembangunan nasional.

“Santri harus memahami kebijakan publik dan kehidupan berbangsa agar mampu ikut menentukan arah pembangunan bangsa,” ujarnya.

Peringatan Milad ke-26 Yaspida juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, termasuk Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Kapolres Sukabumi AKBP Samian, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi Wendi Isnawan, serta tokoh masyarakat dan pimpinan pesantren.

Melalui momentum tersebut, pemerintah berharap pesantren terus berperan sebagai pusat pendidikan karakter yang mampu melahirkan generasi berintegritas, berilmu, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Berita Lainnya

MK Tolak Gugatan Warga Palangkaraya soal Anggaran Penanggulangan Bencana Karhutla

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang diajukan empat warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah,...

Wamentan Alim Dorong Ekspor Pangan Diperkuat, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet mendorong peningkatan ekspor pangan nasional yang dibarengi perbaikan kualitas produksi, pengembangan hilirisasi, serta pembenahan tata...

Rahayu Saraswati Ingatkan Pengusaha, Teknologi Baru Jangan Sampai Pangkas Lapangan Kerja

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati S. Djojohadikusumo meminta para pelaku usaha mempertimbangkan dampak penerapan teknologi baru terhadap ketersediaan lapangan kerja....

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS