Jakarta – Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas langkah tegasnya melakukan perombakan kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).
Keputusan Presiden memberhentikan Kepala BGN beserta jajarannya dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah responsif terhadap masukan publik dan tidak alergi terhadap kritik.
Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia, Akhrom Saleh, menyatakan bahwa pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) adalah langkah yang tepat demi menyelamatkan program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Langkah Presiden Prabowo mencopot pimpinan BGN adalah bukti nyata bahwa beliau tidak anti-kritik. Presiden menunjukkan bahwa integritas program negara di atas kepentingan personal maupun kelompok. Ini adalah kabar baik bagi masyarakat bahwa aspirasi yang selama ini disuarakan, termasuk oleh kelompok pemuda dan elemen sipil, benar-benar didengar dan ditindaklanjuti,” kata Akhrom, dalam keterangannya, Rabu, (03/06/2026)
Lingkar Pemuda Indonesia menilai, akumulasi kritik masyarakat terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) muncul dalam beberapa bulan terakhir.
“ini dampak dari buruknya komunikasi publik yang tidak mampu dibangun oleh BGN, seperti projek yang tidak masuk akal saat negara melakukan efisiensi anggaran, manajemen dapur umum buruk, ada persoalan jual beli titik SPPG, hingga kontroversi berapa pernyataan pimpinan BGN sebelumnya, yang menjadi catatan merah dan tidak bisa terus diabaikan.” Papar Akhrom.
Lanjut Akhrom, pihak istana khususnya Presiden pastinya telah melakukan fungsi kontrol dengan baik, melakukan audit dan evaluasi kinerja terhadap sejumlah pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut.
“Kami melihat ada komitmen untuk membenahi tata kelola agar program Makan Bergizi Gratis ini tidak sekadar jalan, tetapi tepat sasaran, berkualitas, dan akuntabel. Dengan digantinya pimpinan BGN, kami berharap profesionalisme dan transparansi dapat segera dipulihkan,” ujarnya.
Harapan bagi Kepemimpinan Baru
Menanggapi penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) sangat optimis bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan jauh lebih baik.
Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) mendorong agar kepemimpinan baru ini segera melakukan langkah-langkah konkret, terutama dalam hal transparansi Anggaran, Memastikan setiap rupiah dari APBN yang dialokasikan untuk program makan bergizi dapat dipertanggungjawabkan.
“Memastikan standar gizi dan keamanan pangan dapat terjaga di semua titik SPPG, tanpa adanya praktik-praktik yang merugikan publik, seperti keracunan masal, praktek jual beli titik dapur, dan lain sebagainya.” Tegasnya.
LPI menegaskan akan terus mengawal berjalannya program prioritas nasional ini. “Kami tetap pada posisi sebagai mitra kritis pemerintah. Jika di masa depan ditemukan hal-hal yang menyimpang, kami tidak akan ragu untuk kembali bersuara. Namun, untuk hari ini, kami mengapresiasi keberanian dan ketegasan Presiden,” tutupnya.
Sebagai catatan, pada awal 2026, Badan Gizi Nasional sempat menyatakan ambisi besar untuk menekan stunting secara signifikan, namun dalam implementasi kebijakannya belum maksimal. Pemerintah melalui kementerian kesehatan tetap mengacu pada target prevalensi nasional 17,5% sebagai indikator utama keberhasilan kinerja penurunan angka stunting tahun ini.
