Prabowo Resmikan Museum Marsinah: Simbol Keberanian Perjuangan Hak Buruh dan Perempuan

Nganjuk – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Presiden menyebut museum tersebut sebagai simbol perjuangan kaum buruh sekaligus penghormatan atas keberanian Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa keberadaan Museum Marsinah memiliki makna penting bagi sejarah perjuangan rakyat kecil di Indonesia.

“Museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol, dan sebagai tonggak peringatan, untuk memperingati keberanian seorang pejuang, pemuda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” ujar Prabowo dalam pidato sambutannya.

Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi dan terdiri dari dua bangunan utama: gedung museum serta rumah singgah di bagian belakang.

Sejumlah koleksi pribadi Marsinah telah terpajang di dalamnya, mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh. Barang-barang itu menuturkan perjalanan hidup Marsinah, dari masa kecilnya di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo.

Presiden menilai perjuangan Marsinah bukan hanya milik kaum buruh, melainkan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil. Prabowo juga menegaskan bahwa tragedi yang menimpa Marsinah tidak seharusnya terjadi di Indonesia yang berdiri di atas dasar Pancasila dan cita-cita keadilan sosial.

Ia turut menyoroti pentingnya negara hadir membela rakyat kecil, termasuk buruh, petani, dan nelayan, dengan menekankan bahwa Indonesia merupakan negara yang dibangun atas asas kekeluargaan.

“Kalau ini dipahami bahwa kita ini negara kekeluargaan dalam pasal 33 (UUD 1945) juga disebut bahwa perekonomian kita disusun atas dasar kekeluargaan yang kaya harus narik yang miskin, yang kuat bantu yang lemah,” kata Prabowo.

Presiden juga mengungkapkan bahwa seluruh organisasi buruh telah bersatu suara mengusulkan Marsinah sebagai pahlawan nasional, dan pemerintah memberikan penghormatan atas perjuangannya bagi kaum pekerja Indonesia.

“Mereka satu suara. Semua organisasi buruh sepakat ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional dan saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional,” ujar Prabowo.

Di akhir sambutannya, Presiden mengajak seluruh aparat negara untuk berpihak kepada rakyat dan tidak lagi membiarkan praktik penindasan terhadap masyarakat kecil.

“Semua aparat dari yang tertinggi sampai yang terendah harus mati untuk rakyat bukan malah menindas rakyat,” tegasnya.

Peresmian Museum Marsinah menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghidupkan kembali nilai perjuangan buruh dan memperkuat semangat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berita Lainnya

Pemprov DKI Cabut Izin 2 Tempat Hiburan di Jakbar Usai Kasus Narkoba

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) mencabut izin operasional dua tempat hiburan malam di Jakarta Barat....

Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola...

Semarang - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menjadi pembicara dalam Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) Angkatan VIII di Kabupaten...

MPR Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Desak Langkah Cepat dan...

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat meminta langkah menyeluruh dan kolaboratif segera dilakukan untuk mencegah paparan judi online (judol) terhadap anak-anak dan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS