Rupiah Terkapar di Level Rp17.278 per USD, Tekanan Arus Modal Keluar Kian Masif

Jakarta – Mata uang Rupiah terus menunjukkan performa yang mengkhawatirkan pada pembukaan perdagangan pekan terakhir April 2026. Mengutip kurs referensi JISDOR, Senin (27/4), Rupiah kini tertahan di level Rp17.278 per dolar AS setelah sempat menyentuh titik terlemahnya di kisaran Rp17.336 pekan lalu.

​Tekanan ini dipicu oleh aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing di pasar saham dan obligasi yang mencapai angka triliunan rupiah. Melemahnya Rupiah ke level psikologis baru ini mulai memicu alarm bagi sektor industri manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor.

​Bank Indonesia (BI) menyatakan terus melakukan intervensi ganda di pasar spot dan SBN untuk menjaga volatilitas. Namun, para analis memperingatkan bahwa jika tensi geopolitik global dan harga minyak dunia terus mendaki, beban terhadap APBN 2026 akan semakin berat, yang berpotensi memicu penyesuaian harga energi dalam waktu dekat.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebut pelemahan rupiah sebelumnya terutama dipicu meningkatnya ketidakpastian global.

Eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak menembus USD100 per barel, sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan memperkuat sentimen risk-off.

Pada saat yang sama, penguatan dolar AS yang tecermin dari indeks dolar AS (DXY) di kisaran 98-100, serta sikap Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer), membuat imbal hasil US Treasury tetap tinggi.

“Sehingga mengurangi daya tarik relatif aset pasar negara berkembang dan memicu arus keluar modal,” kata Andry.

Lebih lanjut, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) pada pertemuan pekan depan dan kemungkinan untuk sepanjang tahun ini.

“Pasar saat ini hanya memperkirakan peluang sebesar 26 persen untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember, turun dari ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini sebelum eskalasi konflik terjadi,” imbuhnya.

Berita Lainnya

Kemarau Meluas, Kementerian PU Tangani 3.288 Lokasi dan Salurkan 48,9 Juta Liter...

Jakarta - Pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Penanganan dilakukan dengan menyasar kebutuhan air untuk pertanian...

Sekolah Rakyat Ditegaskan Melengkapi Sekolah Negeri, Sasar Anak Keluarga Rentan

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan program Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi sistem pendidikan nasional, terutama dalam memperluas akses bagi anak-anak dari keluarga kurang...

Prabowo Apresiasi Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada kontingen Indonesia setelah tim bulu tangkis beregu putra mempersembahkan medali emas pertama bagi Merah Putih di...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS